Mengapa Cokelat Identik dengan Perayaan Cinta? - Kompas.com

Mengapa Cokelat Identik dengan Perayaan Cinta?

Kompas.com - 06/08/2018, 21:07 WIB
Promo Cokelat Valentine yang ditawarkan Cacaote dalam bentuk box, Selasa (2/2/2016). Banyak produsen berlomba-lomba untuk membuat kemasan produk yang efektif menarik minat pelanggan. Kompas.com/Ersianty Peginusa Wardhani Promo Cokelat Valentine yang ditawarkan Cacaote dalam bentuk box, Selasa (2/2/2016). Banyak produsen berlomba-lomba untuk membuat kemasan produk yang efektif menarik minat pelanggan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Cokelat jadi salah satu bingkisan yang melambangkan romantisme antara pasangan. Seringkali cokelat diberikan saat perayaan cinta, seperti pernyataan cinta, Hari Valentine, sampai perayaan ulang tahun perkawinan.

Cokelat erat dengan perayaan cinta ternyata termasuk dalam perjalanan konsumsi masyarakat dunia terhadap olahan tanaman kakao ini.

" Asal usul cokelat dari biji-bijian kakao diperkirakan berasal dari lembah Sungai Orinoko Amazon 4.000 tahun lalu. Suku Maya dan Suku Aztec membudidayakan kakao untuk jadi minuman," jelas sejarawan kuliner sekaligus dosen Departemen Sejarah Universitas Padjajaran, Fadly Rahman, di acara Diskusi Media ‘Serba Serbi Cokelat’ dari Mondelez International di Jakarta, Kamis (2/08/2018).

Baca juga: Intip Potensi Cokelat Indonesia yang Tak Kalah dari Kopi

Cokelat saat itu dikonsumsi oleh para raja, pemuka agama, dan petinggi di Suku Maya dan Suku Aztec. Saat itu peran cokelat disebutkan oleh Fadly lebih merujuk pada minuman yang dipercaya menyembuhkan penyakit, sampai disebut makanan para dewa atau 'theobroma'.

Dari nama itu juga sebutan nama ilmiah tanaman kakao berasal, Theobroma cacao.

"Saat Spanyol menginvasi benua Amerika, cokelat tidak dipandang oleh Kristoforus Kolombus," jelas Fadly.

Hernan Cortes sebagai kapten ekspedisi Spanyol ke Meksiko-lah yang akhirnya membawa cokelat ke tanah Eropa. Dari Spanyol, cokelat lantas meneybar ke negara lain di Eropa dan menyebar sampai seluruh dunia.

Ada apa antara cokelat dan cinta?

Disebutkan oleh Fadly, saat cokelat menyebar dan dikonsumsi oleh masyarakat Eropa, cokelat adalah makanan mewah yang disantap kaum elit.

Baca juga: Dapat Sekotak Cokelat Valentine? Ini Trik Kenali Isian Cokelat

Sampai suatu hari terjadi pernikahan antara Putri Maria Theresa dari Spanyol dengan Raja Louis XIV pada 1660.

"Saat itu Putri Maria Theresa memberi hantaran, salah satunya cokelat yang dikemas dengan sangat ekslusif," kata Faldy.

Sejak saat itulah, cokelat identik dengan perayaan cinta sampai saat ini.

Selain identik dengan makanan para dewa yang menyembuhkan, cinta, cokelat juga disebutkan Faldy pernah identik sebagai makanan yang menguatkan.

Tak heran cokelat juga menjadi ransum para tentara Amerika Serikat dan Eropa saat Perang Dunia II.



Close Ads X