Kompas.com - 09/08/2018, 11:40 WIB
WISATAWAN DI GILI TRAWANGAN

Dua orang wisatawan asing mengendarai sepeda di kawasan wisata Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Rabu (8/8/2018). Pascagempa yang melanda daerah Lombok Utara, sebagian wisatawan asing memilih tetap tinggal di kawasan wisata Gili Trawangan. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI WISATAWAN DI GILI TRAWANGAN Dua orang wisatawan asing mengendarai sepeda di kawasan wisata Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Rabu (8/8/2018). Pascagempa yang melanda daerah Lombok Utara, sebagian wisatawan asing memilih tetap tinggal di kawasan wisata Gili Trawangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan 40 turis asal negaranya telah dievakuasi dari gili ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,0 pada Minggu (5/8/2018).

"Saat gempa bumi terjadi, ada sekitar 40 turis China yang berada di gili dan mereka telah dievakuasi dengan segera, dengan aman, oleh otoritas lokal ke Pulau Lombok," kata Xiao di Markas Pusat PMI Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Baca juga: Langkah Pemerintah Evakuasi Turis di Lombok Diapresiasi

Oleh karena itu, Dubes China menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan otoritas Indonesia dalam mengevakuasi turis China dan wisatawan asing lainnya setelah gempa terjadi.

"Konsul Jenderal saya di Bali telah melaporkan bahwa semua warga China yang dievakuasi dalam keadaan selamat, dan mereka merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan otoritas lokal," katanya.

Baca juga: BNPB: Wisatawan Jangan Cemas, Bali dan Lombok Selatan Aman Dikunjungi

Menurut Dubes Xiao, saat ini para turis China tersebut sebagian ada yang telah kembali ke negara mereka dan sebagian lainnya melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai daerah lain di Indonesia.

"Situasi semacam ini di luar kendali kita, namun telah ditangani dengan sangat baik oleh otoritas yang berada di sana," katanya.

Wisatawan mancanegara membawa barang bawaanya saat turun dari kapal cepat di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/8/2018). Wisatawan, pekerja, dan warga dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal untuk diberangkat ke Kota Mataram pascagempa Lombok hari kedua.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Wisatawan mancanegara membawa barang bawaanya saat turun dari kapal cepat di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/8/2018). Wisatawan, pekerja, dan warga dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal untuk diberangkat ke Kota Mataram pascagempa Lombok hari kedua.
Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Dubes Xiao Qian telah menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Direktur Eksekutif PMI Ginanjar Kartasasmita yang berupa transfer dana senilai 100.000 dolar AS atau setara Rp 1,44 miliar dari Palang Merah China, serta barang-barang logistik dari Kedutaan Besar China.

Bantuan logistik dari Kedubes China tersebut berupa 2.000 tenda, 2.000 matras, dan 5.000 selimut yang akan segera disalurkan PMI karena sangat dibutuhkan para korban gempa di Lombok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.