Kompas.com - 09/08/2018, 14:00 WIB
Penutupan kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dok. TN Gunung Gede Pangrango.Penutupan kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akan menutup kegiatan pendakian pada 13-22 Agustus 2018.

Penutupan kegiatan pendakian ini karena akan dilakukan pemulihan ekosistem untuk mengantisipasi kebakaran hutan, pengamanan kawasan, dan kegiatan operasi bersih gunung.

"Iya (ditutup 10 hari) oleh pengelola TNGGP," kata Humas TNGGP Ade Bagja H, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/8/2018).

Kegiatan yang akan dilakukan oleh pihak pengelola TNGGP, salah satunya adalah patroli jalur pendakian yang digunakan para pendaki.

Selain itu, ada identifikasi vegetasi dan analisa potensi kebakaran hutan sehingga dapat meminimalisasi risiko terjadinya kebakaran hutan.

Hal lain yang dilakukan adalah patroli pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan pendaki ilegal, serta identifikasi dan analisa persiapan pemulihan ekosistem.

Dari sejumlah kegiatan ini, pengelola TN Gunung Gede Pangrango akan menentukan tempat-tempat yang perlu ditanami pohon dan menganalisa tumbuhan apa saja yang harus ditanam di lingkungan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango untuk mendukung pemulihan ekosistem.

Ade menyampaikan, pihak pengelola TNGGP juga akan mengevaluasi pengelolaan pendakian selama tahun 2018.

Hasil evaluasi ini akan dijadikan sebagai bahan perbaikan terkait pendakian di Gunung Gede Pangrango.

Kegiatan lainnya adalah aksi membersihkan kawasan gunung.

Ade mengimbau para pendaki untuk tetap menjaga kelestarian kawasan TNGGP.

Bagi para pendaki yang membutuhkan informasi dapat mengubungi Call Center Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (0263) 519415.

Kompas TV Di Sukabumi ada sebuah jembatan gantung yang melintasi Hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tempat Wisata di Arab Saudi Ini Bikin Pangling Wisatawan

5 Tempat Wisata di Arab Saudi Ini Bikin Pangling Wisatawan

Jalan Jalan
7 Tradisi Unik Saat Bulan Ramadhan di Berbagai Negara

7 Tradisi Unik Saat Bulan Ramadhan di Berbagai Negara

Travel Update
Ngawi Siapkan Dua Desa untuk Dikembangkan Jadi Desa Wisata

Ngawi Siapkan Dua Desa untuk Dikembangkan Jadi Desa Wisata

Travel Update
Ngawi Punya Desa Wisata yang Menarik, Tertarik untuk Berkunjung?

Ngawi Punya Desa Wisata yang Menarik, Tertarik untuk Berkunjung?

Jalan Jalan
Taif, Kota Mawar di Arab Saudi yang Mekar Saat Ramadhan Tahun Ini

Taif, Kota Mawar di Arab Saudi yang Mekar Saat Ramadhan Tahun Ini

Travel Update
Liburan di Ngawi, Wisatawan Bisa Ikut Wisata Jeep Lewat Jalur Ekstrem

Liburan di Ngawi, Wisatawan Bisa Ikut Wisata Jeep Lewat Jalur Ekstrem

Jalan Jalan
Seperti Apa Pesiapan Ngawi Sambut Wisatawan Lokal Saat Libur Lebaran?

Seperti Apa Pesiapan Ngawi Sambut Wisatawan Lokal Saat Libur Lebaran?

Travel Update
Tempat Wisata di Luar Lembaga Konservasi Dilarang Sajikan Atraksi Lumba-lumba

Tempat Wisata di Luar Lembaga Konservasi Dilarang Sajikan Atraksi Lumba-lumba

Travel Update
5 Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga Saat Mudik Dilarang

5 Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga Saat Mudik Dilarang

Jalan Jalan
5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

Jalan Jalan
Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Travel Update
Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Travel Update
Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X