KLHK Tegaskan Pendemo TN Komodo Bukan Warga Lokal

Kompas.com - 10/08/2018, 10:03 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan. KOMPAS/HERU SRI KUMOROWisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem KLHK, Wiratno mengatakan pendemo Taman Nasional Komodo yang mempermasalahkan pembangunan sarana wisata, Senin (6/8/2018) bukan warga lokal.

“Yang demo itu bukan orang-orang kampung situ, itu warga Labuan Bajo, berdalih privatisasi taman nasional (Komodo), tidak ada sebenarnya (privatisasi) ini aset negara, terbuka untuk semua,” katanya saat Konfrensi Pers di Gedung Manggala Wanabhakti, KLHK, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Baca juga: Sempat Diprotes, Begini Tanggapan KLHK tentang Pembangunan Sarana Wisata di TN Komodo

Ia mengatakan masyarakat tiga desa yang ada di TN Komodo yaitu Desa Komodo di Pulau Komodo, Desa Papagarang, dan Desa Rinca di Pulau Rinca sudah sering bertemu pihak TN dan investor saat sosialisasi program.

“Kita rutin mengadakan sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat lokal kawasan Komodo, mereka sudah mengerti,” jelasnya.

Sebelumnya telah terjadi demonstrasi di gedung DPRD, Kantor Bupati Mabar, dan Taman Nasional Komodo (BTNK) perihal pembangunan penginapan dan restoran di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar kawasan TN Komodo, NTT, Senin (6/8/2018).

Baca juga: Rencana Pembangunan Penginapan dan Restoran di TN Komodo Tuai Protes di Media Sosial

Imbas dari demo tersebut ialah pembangunan untuk sementara dihentikan. Namun Dirjen KSDAE Wiratno mengatakan bukan dihentikan, tetapi diverifikasi kembali data-data yang ada.

“Kita akan temukan semua pihak, dari pembangun, TN, masyarakat, sama penolak untuk memverifikasi data-data berkas yang ada sehingga informasinya jelas pada semua pihak,” tuturnya.

Pilihan tersebut dipilih menurut Wiratno karena seluruh prosedur telah berjalan dengan benar, baik perihal konservasi dan pemanfaatannya bagi masyarakat lokal.

Keindahan Pink Beach di Manggarai Barat di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, Flores, NTT, Rabu (10/5/2017). Pantai berpasir merah muda merupakan salah satu obyek wisata unggulan di kawasan itu. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Keindahan Pink Beach di Manggarai Barat di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, Flores, NTT, Rabu (10/5/2017). Pantai berpasir merah muda merupakan salah satu obyek wisata unggulan di kawasan itu.
Pembangunan sarana pendukung wisata telah mendapatkan izin dari otoritas terkait yakni BTNK, meliputi penginapan dan restoran di tiga pulau tersebut.

Kasus ini juga sempat mencuat viral di media sosial setelah tersebarnya foto yang menggambarkan informasi "Areal Konstruksi Kegiatan Realisasi Pembangunan Sarana Wisata Alam PT Segara Komodo Lestari".

Pembangunan akan dilakukan oleh PT Segara Komodo Lestari di Pulau Rinca berdasarkan Surat Keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal nomor: 7/1/IUPSWA/PMDN/2015 tanggal 17 Desember 2015 tentang Pemberian Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam pada Zona Pemanfaatan Taman Nasional Komodo seluas 22,1 hektar.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibatasi Mulai 1 April 2020

Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibatasi Mulai 1 April 2020

Jalan Jalan
Efek Wabah Corona, Jepang Akan Bagikan Wagyu Gratis bagi Warganya

Efek Wabah Corona, Jepang Akan Bagikan Wagyu Gratis bagi Warganya

Makan Makan
Mengenal Wedang Ronde, Minuman Tradisional dari China

Mengenal Wedang Ronde, Minuman Tradisional dari China

Makan Makan
Cara Membuat Wedang Ronde di Rumah, Bulatan Kenyal Disiram Kuah Jahe

Cara Membuat Wedang Ronde di Rumah, Bulatan Kenyal Disiram Kuah Jahe

Makan Makan
Tunda Liburan ke Jepang, Ada Pembatasan Visa Kunjungan Termasuk untuk WNI

Tunda Liburan ke Jepang, Ada Pembatasan Visa Kunjungan Termasuk untuk WNI

Jalan Jalan
Serupa tapi Tak Sama, Beda Wedang Uwuh dengan Wedang Secang

Serupa tapi Tak Sama, Beda Wedang Uwuh dengan Wedang Secang

Makan Makan
Resep Membuat Wedang Secang, Minuman Herbal dari Serutan Kayu

Resep Membuat Wedang Secang, Minuman Herbal dari Serutan Kayu

Makan Makan
Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Whats Hot
Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Makan Makan
Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Makan Makan
Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Whats Hot
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

Whats Hot
Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X