Kompas.com - 15/08/2018, 22:10 WIB
Pengunjung obyek wisata Telaga Bintang di Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, memanfaatkan keindahan alam gugusan gunung-gunung karst dengan berfoto untuk promosi. Selain memiliki keindahan alam laut, kabupaten kepulauan ini juga memiliki pesona daratan yang belum banyak digarap. Potensi yang ditawarkan antara lain pengamatan burung cenderawasih, kakaktua, dan nuri serta trekking cagar alam. KOMPAS/ICHWAN SUSANTOPengunjung obyek wisata Telaga Bintang di Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, memanfaatkan keindahan alam gugusan gunung-gunung karst dengan berfoto untuk promosi. Selain memiliki keindahan alam laut, kabupaten kepulauan ini juga memiliki pesona daratan yang belum banyak digarap. Potensi yang ditawarkan antara lain pengamatan burung cenderawasih, kakaktua, dan nuri serta trekking cagar alam.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pengembangan pariwisata di Provinsi Papua Barat harus memanfaatkan kepopuleran obyek wisata Raja Ampat. Pengasosiasian obyek wisata di Papua Barat dengan Raja Ampat dianggap bisa memperkuat eksistensi obyek wisata.

“Setiap provinsi saya paksa memang harus memilih hanya satu untuk (bisa) trending. Untuk Papua Barat, tanpa harus dikomando, harus pilih Raja Ampat. Dan itu juga saya lakukan di Sumatera Utara. Itu pilih Danau Toba,” kata Arief kepada KompasTravel seusai acara Audiensi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) dengan Menteri Pariwisata di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (15/8/2018) sore.

Menurutnya, Raja Ampat telah memiliki penghargaan “The Best Diving Site In The World” versi Dive Mag. Arief menyebut Raja Ampat akan mudah ditawarkan untuk wisatawan dengan modal penghargaan itu.

“(Obyek wisata Papua Barat) yang lainnya biarkan di-endors Raja Ampat,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima kunjungan audiensi organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (15/8).Dok. MAPALA UI Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima kunjungan audiensi organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (15/8).

Menurutnya, wisatawan saat ini hanya mengenal obyek wisata di Papua Barat yakni Raja Ampat. Bahkan di dunia, Raja Ampat lebih terkenal dibanding obyek wisata lainnya di Papua Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Point saya, brand terkuat mengendors brand lainnya. Mohon maaf ya. Saya pertama kali mendengar Pegunungan Arfak. Akan sangat berat membrandingnya. Tapi kalau kita bilang itu dekat Raja Ampat, itu akan nendang. Dengan pengasosiasian itu akan cepat sekali,” jelasnya.

Arief memberikan contoh lainnya yaitu program 10 destinasi  “Bali Baru”. Baginya, destinasi wisata lain selain Bali bisa terdongkrak  karena promosi pariwisata dengan menggunakan Bali.

"Caranya nebeng. Akan lebih mudah. Menurut saya begitu. Jangankan di Papua Barat, yang di Sumatera Barat saja saya asosiasikan Raja Ampat," ujarnya.

Baru-baru ini, organisasi Mapala UI mengadakan eksplorasi potensi wisata minat khusus di Papua Barat. Mapala UI mengirimkan tiga tim penjelajah untuk memetakan potensi wisata minat khusus di Kabupaten Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, dan Manokwari.

Mapala UI dalam audiensi dengan Arief Yahya mengajak Kementerian Pariwisata untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi pariwisata di Papua Barat. Mapala UI juga siap bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan potensi pariwisata minat khusus di Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merbabu View & Cafe, Wisata Baru di Kabupaten Semarang dengan Pemandangan Memukau

Merbabu View & Cafe, Wisata Baru di Kabupaten Semarang dengan Pemandangan Memukau

Jalan Jalan
Desa Wisata Mana Saja yang Sudah Siap Terima Wisatawan?

Desa Wisata Mana Saja yang Sudah Siap Terima Wisatawan?

Travel Update
Masih PPKM, Petugas Putar Balik Kendaraan Wisatawan yang Nekat Datang ke Gunungkidul

Masih PPKM, Petugas Putar Balik Kendaraan Wisatawan yang Nekat Datang ke Gunungkidul

Travel Update
Berapa Jumlah Desa Wisata di Indonesia?

Berapa Jumlah Desa Wisata di Indonesia?

Travel Update
Erix Soekamti Kembangkan Desa Wisata Nglinggo Secara Swadaya

Erix Soekamti Kembangkan Desa Wisata Nglinggo Secara Swadaya

Travel Update
5 Wisata Menarik di Gayo Takengon Aceh, Kunjungi Usai PPKM

5 Wisata Menarik di Gayo Takengon Aceh, Kunjungi Usai PPKM

Jalan Jalan
Syarat Karantina 14 Hari di Negara Lain untuk Umrah Bikin Biaya Lebih Mahal

Syarat Karantina 14 Hari di Negara Lain untuk Umrah Bikin Biaya Lebih Mahal

Travel Update
Syarat Umrah 2021 bagi Jemaah dari Indonesia, Karantina 14 Hari di Negara Lain

Syarat Umrah 2021 bagi Jemaah dari Indonesia, Karantina 14 Hari di Negara Lain

Travel Update
Masyarakat Indonesia Sudah Bisa Umrah Per 10 Agustus 2021, tetapi...

Masyarakat Indonesia Sudah Bisa Umrah Per 10 Agustus 2021, tetapi...

Travel Update
Daftar Stasiun KA Penyedia Layanan Vaksinasi Gratis, Mana Saja?

Daftar Stasiun KA Penyedia Layanan Vaksinasi Gratis, Mana Saja?

Travel Update
GLOW Kebun Raya Tawarkan Sensasi Jelajah Kebun Raya Bogor di Malam Hari

GLOW Kebun Raya Tawarkan Sensasi Jelajah Kebun Raya Bogor di Malam Hari

Jalan Jalan
5 Tips Wisata ke Glow Kebun Raya Bogor, Pakai Baju Putih

5 Tips Wisata ke Glow Kebun Raya Bogor, Pakai Baju Putih

Travel Tips
Lion Air Beri Promo Gratis Bagasi 20 Kg untuk Semua Rute Domestik

Lion Air Beri Promo Gratis Bagasi 20 Kg untuk Semua Rute Domestik

Travel Promo
Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Travel Update
Singapura Terapkan Perjalanan Bebas Karantina Mulai September 2021

Singapura Terapkan Perjalanan Bebas Karantina Mulai September 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X