Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laguna Weekuri, Kolam Renang dari Alam di Sumba...

Kompas.com - 16/08/2018, 08:37 WIB
Silvita Agmasari,
I Made Asdhiana

Tim Redaksi

TAMBOLAKA, KOMPAS.com - Tak sampai berjalanan tiga menit dari parkiran mobil, tampak sebuah laguna luas dengan air berwarna toska jernih.

Perjalanan satu jam dari Bandara Tambolaka ke Laguna Weekuri yang terletak di kecamatan Kodi, Sumba Barat Day, Nusa Tenggara Timur langsung terbayar lunas ketika melihat penampakan kolam renang alam ini.

"Orang sini sebutnya danau air asin, karena airnya berasal dari air laut yang masuk lewat lubang-lubang di karang," kata warga lokal, Oktavianus Ae Dudu saat KompasTravel mengunjungi Laguna Weekuri yang menjadi bagian dari acara kunjungan KFC Indonesia dan Komunitas 1.000 Guru di Sumba, NTT, Rabu (15/8/2018).

Baca juga: Untuk Turis Milenial, Ini 5 Destinasi Eksotis di Sumba

Di sekelilling laguna, terdapat barisan batu karang gosong. Bagai dinding yang melindungi laguna dari hempasan ombak laut.

Oleh karena itu air di Laguna Weekuri sama sekali tenang, tidak memiliki ombak. Laguna ini berbentuk oval dengan panjang sekitar 150 meter dan lebar 50 meter.

Laguna Weekuri di Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/8/2018).KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Laguna Weekuri di Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/8/2018).
Gemuruh ombak terdengar ketika ombak laut pasang. Mengisi air di laguna, sampai kedalaman bisa mencapai 2,5 meter. Ketika surut, airnya kering menampakan pasir putih di bagian dasar laguna.

Baca juga: Melalui Film, Nama Pulau Sumba Makin Populer

Selain berenang, kegiatan lain yang dapat dilakukan di Laguna Weekuri adalah berburu foto matahari terbenam. Dari jembatan kayu yang dibangun, tampak matahari tenggelam dengan semburat cahaya warna merah muda dan ungu di langit Sumba.

Fasilitas di Laguna Weekuri terbilang baik, dengan dibangun jembatan kayu, jalan setapak dari beton, anjungan lompat ke laguna, tangga besi untuk turun ke laguna, toilet, penyewaan ban, dan warung yang dikelola masyarakat.

Meski indah, jalan menujur Laguna Weekuri tidak mudah. Tak ada penunjuk jalan, dan seperempat jalan menuju laguna belum diaspal.

"Banyak driver memang yang nyasar kalau belum terbiasa bawa tamu ke Weekuri," ujar Oktavianus.

Pengunjung berjalan di jembatan kayu Laguna Weekuri di Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/8/2018).KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Pengunjung berjalan di jembatan kayu Laguna Weekuri di Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/8/2018).
Tak dipungut biaya untuk mengunjungi Laguna Weekuri, tetapi dipungut biaya parkir mobil oleh masyarakat setempat.

Datanglah sekitar pukul 15.00 WITA jika ingin berenang dan melihat pemandangan matahari tenggelam dari Laguna Weekuri. Sebab jelang matahari tenggelam air di laguna surut, dan belum ada penerangan jalan untuk pulang jika terlalu malam.

Selain itu jagalah kebersihan, karena di jalan sekitar laguna tampak tumpukan sampah plastik dari camilan dan makanan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
5 Tempat Wisata Hits dan Instagramable di Cianjur

5 Tempat Wisata Hits dan Instagramable di Cianjur

Jalan Jalan
10 Bandara Tersibuk di Dunia 2023, Banyak di AS

10 Bandara Tersibuk di Dunia 2023, Banyak di AS

Travel Update
4 Cara Rawat Tenda Setelah Dipakai 'Camping' agar Tidak Cepat Rusak

4 Cara Rawat Tenda Setelah Dipakai "Camping" agar Tidak Cepat Rusak

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com