Popareng, Desa Ekowisata Percontohan di TN Bunaken

Kompas.com - 21/08/2018, 22:17 WIB
Kepala TN Bunaken, Danlantamal dan para stakeholder dari Pemda Kabupaten Minahasa Selatan meresmikan Desa Wisata Popareng Minahasa Selatan Jadi Desa Percontohan Ekowisata di Kawasan TN Bunaken, Sabtu (18/8/2018) Taman Nasional BunakenKepala TN Bunaken, Danlantamal dan para stakeholder dari Pemda Kabupaten Minahasa Selatan meresmikan Desa Wisata Popareng Minahasa Selatan Jadi Desa Percontohan Ekowisata di Kawasan TN Bunaken, Sabtu (18/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Minahasa Selatan kini punya role model desa wisata ramah lingkungan (ecotourism), yaitu Desa Wisata Popareng.

Selain keindahan alamnya yang masuk dalam kawasan TN Bunaken, desa ini juga memberdayakan masyarakat dalam hal pariwisata.

Desa wisata binaan Taman Nasional Bunaken ini baru resmi menjadi desa wisata ecotourism sekaligus role model atau percontohan pada Sabtu (18/8/2018).

Desa Wisata Popareng punya landmark pantai yang indah, yaitu Pantai Popareng. Pantai ini menjadi pusat kegiatan pariwisata, juga tempat diresmikannya desa ini sebagai percontohan desa ekowisata oleh pihak Taman Nasional dan Pemda setempat.

Obyek wisata di Desa Popareng antara lain wisata menyusuri hutan bakau, snorkeling dan diving, pengamatan burung (birdwatching), wisata budaya Batu Tada, Batu Tumanik, dan Waruga.

Desa ini juga telah menyediakan penginapan berupa homestay dan rumah milik penduduk, dengan rata-rata tarif Rp 300.000 per malam.

Masyarakat pun berperan menyediakan berbagai makanan tradisional untuk wisatawan, juga layanan antar wisatawan menggunakan perahu katinting.

Pengembangan desa wisata ini bekerjasama dengan Kelompok Cahaya Tatapaan sebagai mitra Taman Nasional Bunaken yang mengembangkan ekowisata di zona tradisional Taman Nasional Bunaken (TNB).

Kepala Balai TNB Fariana mengatakan kepada KompasTravel bahwa ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya dan ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

"Dalam rangka menyiapkan role model ekowisata bersama masyarakat kami telah menguatkan kapasitas kelembagaan kelompok masyarakat melalui pendampingan intensif, pengembangan ekonomi kreatif, promosi usaha dan produk," tutur Fariana dalam pesan singkat, Selasa (21/8/2018).

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Aspotmar Lantamal VIII, Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Minahasa Selatan untuk turut menyiapkan dan mengkomunikasikan pada berbagai pihak dalam pengembangan ekowisata.

"Ke depan tentunya (pemerintah) desa sangat berperan penting dalam berbagai aspek pengembangan. Kami berharap berbagai potensi yang ada akan dapat diangkat dan sumber penghidupan untuk masyarakat," terangnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X