Ada Manten Sapi, Ini 3 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia

Kompas.com - 22/08/2018, 19:09 WIB
Tradisi Manten Sapi merupakan tradisi menghias hewan kurban menjelang hewan kurban yang digelar di warga Wates Tani Kabupaten Pasuruan Jawa Timur KOMPAS.COM/M ANASTradisi Manten Sapi merupakan tradisi menghias hewan kurban menjelang hewan kurban yang digelar di warga Wates Tani Kabupaten Pasuruan Jawa Timur

JAKARTA, KOMPAS.com – Hari Rabu (21/8/2018), umat Muslim di Indonesia merayakan Idul Adha. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang memiliki penduduk Islam terbesar di dunia.

Perayaan Idul Adha diramaikan dengan tradisi menyembelih hewan qurban, setiap daerah merayakan dengan rangkaian acara yang lekat dengan nilai tradisi.

Berikut tiga tradisi unik jelang perayaan Idul Adha yang ada di Indonesia.

Grebeg gunungan hasil bumi oleh warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Grebeg gunungan hasil bumi oleh warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Sabtu (4/11/2017).
1. Grebeg Gunungan

Grebeg Gunungan berjalan turun-temurun di Keraton Yogyakarta, digelar sesaat menjelang Idul Adha. Tradisi ini digelar dengan membawa tiga buah gunungan berisi berbagai makanan diarak, dikawal oleh prajurit dan dua ekor kuda.

Baca juga: Idul Adha di Jakarta, Jajal 4 Kuliner Kambing Paling Top Ini

Gunungan ini akan diarak mulai dari halaman keraton melewati alun-alun utara menuju masjid. Setelah prosesi doa, warga yang hadir boleh mengambil isi gunungan yang dipercaya dapat mendatangkan berkah.

Ratusan warga Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan‎, Jawa Tengah, rela berdesak-desakan berebut gunungan dalam tradisi apitan yang digelar Sabtu (19/8/2017) siang.KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO Ratusan warga Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan‎, Jawa Tengah, rela berdesak-desakan berebut gunungan dalam tradisi apitan yang digelar Sabtu (19/8/2017) siang.
2. Apitan

Menjelang hari Idul Adha, warga Kelurahan Sampangan, Semarang, Jawa Tengah memiliki Tradisi Apitan yang unik. Tradisi ini dikenal dengan sebutan Sedekah Bumi Apitan sebagai wujud ungkapan syukur kepada Tuhan.

Wujud syukur ini disimbolkan dengan mengarak tumpeng dan hasil bumi di jalan raya. Di akhir perayaan, warga yang hadir akan berlomba-lomba merebut hasil bumi yang telah diarak.

3. Manten Sapi

Ada tradisi unik jelang Idul Adha di Desa Wates Tani, Kecamatan Granti, Kabupaten Pasuruan yang dikenal dengan sebutan Manten Sapi atau pengantin sapi. Tradisi ini sebagai wujud penghormatan hewan qurban yang akan disembelih saat Idul Adha.

Selayaknya acara pernikahan, sapi-sapi akan dirias agar terlihat cantik dan tampan saat prosesi. Mereka dikalungi bunga tujuh rupa lalu dibalut kain putih.

Setelah didandani, sapi-sapi tersebut diarak ratusan warga menuju masjid dan diserahkan pada panitia qurban. Uniknya lagi, warga perempuan akan memeriahkan acara ini dengan membawa peralatan masak dan bumbu dapur untuk acara masak bersama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X