Mahasiswa Universitas Sriwijaya Coba Daki Gunung Elbrus

Kompas.com - 27/08/2018, 21:10 WIB
Beberapa pendaki termasuk Jelita Karamoy (19) berhasil mencapai puncak Gunung Elbrus di Rusia yang merupakan puncak gunung tertinggi di Benua Eropa. IstimewaBeberapa pendaki termasuk Jelita Karamoy (19) berhasil mencapai puncak Gunung Elbrus di Rusia yang merupakan puncak gunung tertinggi di Benua Eropa.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Target untuk menyelesaikan misi menggapai tujuh puncak tertinggi di tujuh benua kembali dilanjutkan oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pencinta Alam (Mafesripala), Palembang, Sumatera Selatan.

Sebelumnya, mereka telah mendaki dua puncak tertinggi yakni Carstensz Pyramid, Papua pada April 2017  dan Kilimanjaro, Afrika pada Mei 2018, kini giliran puncak ketiga yakni Elbrus, Rusia yang akan dilanjutkan pada (30/8/2018) besok.

Dalam misi ketiga kali ini, Mafesripala mengirimkan dua atlet mereka, yakni Muhammad Razaq dan M Gilang Sukma Bagaskara. Mereka telah menjalani serangkaian tes dan training centre di kawasan Universitas Sriwijaya oleh Dr Bayu Hardiono yang merupakan akademisi di bidang kepelatihan dan kebugaran fisik.

"Kedua atlet ini merupakan peserta seleksi dari kegiatan sebelumnya. Sudah sejak awal mereka terlibat, selama setahun ke belakang, sehingga tidak terlalu sulit mengarahkan mereka untuk membentuk fisik yang dibutuhkan dalam pendakian ini," kata Bayu, saat pelepasan atlet menuju puncak Elbrus, Senin (27/8/2018).

Bayu menjelaskan, pada tahap akhir seleksi, diadakan pula tes yang komprehensif mengenai kemampuan dasar bertahan hidup dan pengetahuan pendakian di gunung es untuk semakin memantapkan peserta, agar bisa menjalani misi ini dengan maksimal. 

“Untuk itu, Mafesripala juga berkonsultasi dengan beberapa sumitter (pendaki tujuh puncak dunia) asal Indonesia dalam tahapan proses ini,” ujarnya.

Muhammad Razaq mengatakan, misi menyelesaikan seven summit bukanlah hal yang mudah. Misi itu membutuhkan stamina yang kuat bagi para pendaki hingga bisa menyelesaikan pendakian.

"Semakin ke sini, gunung yang kita daki semakin sulit. Karena itu, tidak hanya fisik, tetapi kami juga dibekali kemampuan teknis agar mampu mengatasi setiap kendala di lapangan," ujarnya. 

Muhammad Razaq dan M Gilang Sukma Bagaskara yang akan menjejakan kaki kepuncak Elbrus, Rusia, Senin (27/8/2018)KOMPAS.com/ Aji YK Putra Muhammad Razaq dan M Gilang Sukma Bagaskara yang akan menjejakan kaki kepuncak Elbrus, Rusia, Senin (27/8/2018)

Razaq dan Gilang ditargetkan menyelesaikan pendakian ketiga ini dalam waktu 10 hari ke depan. Setelah Elbrus, Russia tim pendakian tujuh puncak dunia yang tergabung dalam kepanitiaan Mafesripala World Seven Summit akan menlanjutkan pendakian ke puncak keempat yakni Aconcagua, Chile, Amerika Selatan dalam beberapa waktu ke depan. 

"Semua berkat dukungan dari Universitas Sriwijaya, Fakultas Ekonomi yang membesarkan kami, IKA Unsri, rekan, senior serta seluruh warga Sumsel yang mendoakan kegiatan ini. Karena kita menjadi Mapala pertama di Sumatera yang telah mendaki tiga puncak apabila ini berhasil, mohon doanya agar kami tetap membumi, “ tambah Gilang.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsri, Agung Firman Sampurna berharap keselamatan dari para pendaki pada misi pendakian Gunung Elbrus. Kegiatan pendakian diharapkan membawa kebanggaan bagi Unsri, Palembang dan Sumsel secara luas.

Menurutnya mahasiswa ini telah membuktikan jika aktivitas alam bebas, apabila diarahkan secara positif dan dilakukan secara konsisten akan memberikan nilai positif. Tidak hanya bagi diri pribadi tetapi juga orang lain. 

"Ini telah membuat bangga kita semua. Waktunya anak-anak muda ini berbicara di kancah internasional melalui apa yang mereka tekuni. Kegiatan mereka ini juga mendukung Unsri sebagai world class university,” kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X