Kompas.com - 28/08/2018, 17:06 WIB

KUDUS, KOMPAS.com - Sebilah keris yang dikenal dengan nama keris Kiai Cinthaka serta dua buah tombak yang juga pusaka peninggalan Sunan Kudus dijamas di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, Senin (27/8/2018) pagi.

Ritual penjamasan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB diawali dengan ziarah dan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Hasan Fauzi.

Setelah itu, para tokoh agama serta pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) berjalan menuju gazebo yang terletak di samping pintu masuk Makam Sunan Kudus untuk menyaksikan penjamasan pusaka.

Keris berkelok sembilan itu disemayamkan di sebuah kotak kayu yang diletakkan di atap tajuk. Keris Kiai Cinthaka itu kemudian diturunkan secara hati-hati.

Sesepuh yang biasa bertugas menjamas yakni Kiai Faqihuddin, memulai penjamasan dengan mencelupkan keris pada sebuah cairan yang disebut sebagai "banyu londho".  Selanjutnya, keris disiram "banyu londho" hingga tiga kali.

Keris bertuah itu lantas dibersihkan menggunakan air jeruk nipis. Proses selanjutnya yakni keris dikeringkan di atas sekam ketan hitam. Langkah ini diyakini bisa mempertahankan keaslian efek hitam dan mengkilap pada keris. Keris juga menjadi tahan karat.

Dalam kesempatan yang sama, dua ujung tombak trisula yang terpasang di mihrab Masjid Menara juga ikut dijamas. Pusaka-pusaka peninggalan Sunan Kudus ini usianya sudah mencapai ratusan tahun.

"Secara turun temurun, untuk mempertahankan keaslian Keris Kiai Cinthaka diharuskan dicelupkan dan disiram Banyu londho. Banyu londho ini terdiri dari air kelapa yang sudah direndami sekam ketan hitam. Setelah itu besi panas dicelupkan tiga kali," tutur Ketua YM3SK, Nadjib Hassan.

Setelah dijamas, keris kembali dimasukkan ke dalam kotak. Begitu juga ujung tombak trisula, kembali dipasang di mihrab. Pusaka-pusaka itu kemudian diberi wewangian parfum dari Arab yang biasa digunakan untuk pengharum Ka'bah. 

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama. Setelah itu acara makan bersama dengan menu khas "jajan pasar" dan nasi opor ayam. Hidangan nasi opor ayam adalahsalah satu menu kesukaan Sunan Kudus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.