Pertengahan Oktober, Festival Tenun Ulos Digelar di Tapanuli Utara

Kompas.com - 31/08/2018, 12:05 WIB
Perajin tenun ulos tradisional di Samosir, Sumatera Utara. KOMPAS/RADITYA HELABUMIPerajin tenun ulos tradisional di Samosir, Sumatera Utara.

TAPANULI UTARA, KOMPAS.com - Festival Tenun Nusantara (FTN) 2018 akan digelar di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada 13-17 Oktober 2018 mendatang.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penyebaran pesona budaya Batak khususnya dalam dunia tenun kain ulos kepada dunia.

Ketua Tim Kerja Festival Tenun Nusantara 2018, Despin Butarbutar didampingi tim teknis Yanes Sidabutar kepada wartawan, Kamis (30/8) di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara menyebut, kegiatan ini merupakan festival kali pertama.

Festival akan digelar di dua lokasi yakni di Muara dan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

"Festival mengambil tema "Ahu Partonun" (Saya Penenun)," jelas Despin.

Ia menyebut, FTN akan diisi berbagai pagelaran antara lain Pameran Tenun Nusantara di Gedung Kesenian Tapanuli Utara di Tarutung,

Acara-acara tersebut seperti Festival Permainan Tradisional Anak pada 14 Oktober 2018 di Gedung Kesenian Tapanuli Utara di Tarutung, Opening Ceremony & Symposium Internasional Ulos pada 15 Oktober 2018 di Gedung Kesenian Tapanuli Utara di Tarutung.

Ada juga Boot Camp Partonun pada 15-16 Oktober 2018 di Pulau Sibandang, Tapanuli Utara, serta Pesta Budaya Rakyat Festival Matumona pada 16-17 Oktober 2018 di Muara, Tapanuli Utara.

"FTN 2018 didukung sepenuhnya Ditjen Kebudayaan Kemdikbud RI dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam platform kebudayaan bernama Indonesiana," jelasnya.

Panitia FTN 2018 dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat penandatanganan MoU pelaksanaan FTN 2018 pada Juli 2018 lalu.KOMPAS.com/Tigor Munthe Panitia FTN 2018 dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat penandatanganan MoU pelaksanaan FTN 2018 pada Juli 2018 lalu.

Despin mengatakan, platform kebudayaan Indonesiana ini merupakan inisiatif baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mendorong dan sekaligus memperkuat upaya pemajuan kebudayaan sesuai UU No 5 Tahun 2017.

Harapan tersebut diwujudkan melalui gotong-royong penguatan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya sesuai azas, tujuan, dan obyek pemajuan kebudayaan.

Ia menjelaskan pada tahun 2018 Indonesiana berfokus pada konsolidasi untuk peningkatan standar tata kelola kegiatan budaya dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X