Pertengahan Oktober, Festival Tenun Ulos Digelar di Tapanuli Utara

Kompas.com - 31/08/2018, 12:05 WIB
Maroker Siregar, petenun ulos di Desa Huta Nagodang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (22/2), mencelupkan benang hasil pintal ke dalam cairan pewarna alami yang terbuat dari daun salaon. Kerajinan ulos dari benang dengan pewarna alami sudah jarang digunakan seiring maraknya pewarna kimia yang memungkinkan pembuatan ulos lebih cepat dan praktis. KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOMaroker Siregar, petenun ulos di Desa Huta Nagodang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (22/2), mencelupkan benang hasil pintal ke dalam cairan pewarna alami yang terbuat dari daun salaon. Kerajinan ulos dari benang dengan pewarna alami sudah jarang digunakan seiring maraknya pewarna kimia yang memungkinkan pembuatan ulos lebih cepat dan praktis.

Harapan tersebut diwujudkan melalui gotong-royong penguatan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya sesuai azas, tujuan, dan obyek pemajuan kebudayaan.

Ia menjelaskan pada tahun 2018 Indonesiana berfokus pada konsolidasi untuk peningkatan standar tata kelola kegiatan budaya dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya.

Peningkatan dilakukan melalui dukungan atas penyelenggaraan festival-festival di daerah, baik penguatan terhadap festival yang sudah ada sebelumnya maupun mendukung penyelenggaraan festival yang baru yang relevan dengan potensi dan karakter budaya di kawasan masing-masing.

“Di kawasan Danau Toba, secara khusus di Kabupaten Tapanuli Utara, tenun adalah tema besar yang mewakili potensi serta karakter budayanya,” katanya.

Despin menyebutkan, Kabupaten Tapanuli Utara yang berada di kawasan Danau Toba bersedia menjadi tuan rumah yang mengampu festival. Ini diperkuat oleh fakta bahwa di kabupaten ini memiliki sekitar 3.000 orang penenun.

Persiapan festival, lanjut Despin, telah dimulai sejak September 2017 yakni dengan pembentukan Tim Kerja Indonesiana Toba yang menjadi tim untuk pelaksanaan FTN 2018.

Tim ini terdiri dari unsur pemerintah serta unsur komunitas seni budaya dan industri kreatif kawasan Danau Toba.

Setelah terbentuk tim selanjutnya, melakukan konsolidasi terhadap para tetua adat dan komunitas seni budaya di 8 kabupaten yang mewakili 6 puak Batak di kawasan Danau Toba.

Konsolidasi dilakukan dengan melaksanakan berbagai pelaksanaan diskusi kebudayaan bertajuk Kumpul Komunitas serta acara-acara lainnya yang melibatkan berbagai pihak khususnya para penenun se-kawasan Danau Toba. 

***

Mau jalan-jalan gratis ke Jerman bareng 1 (satu) teman kamu? Ikuti kuis kerja sama Kompas.com dengan Scoot lewat kuis JELAJAH BERLIN. Ada 2 (dua) tiket pesawat PP ke Jerman, voucher penginapan, Berlin WelcomeCards, dan masih banyak lagi. Ikuti kuisnya di sini. Selamat mencoba!

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X