Kompas.com - 04/09/2018, 09:10 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Pagi hari di Kota manado, tidak ada yang lebih indah dibanding sarapan dengan tiga pilihan kuliner setempat. Selain khas, rasanya juga terkenang hingga pulang ke kota asal Anda.

Tidak sulit mencari kuliner-kuliner ini, Anda tinggal meyusuri beberapa pasar, sentra kuliner, ataupun tenda pinggir jalan di pagi hari. Kuliner ini memang ramai dijajakan pagi harikarena cocok untuk sarapan.

Berikut pilihan hidangan sarapan khas di Manado yang KompasTravel rangkum saat kunjungan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (31/8/2018)

1. Nasi Kuning Manado

Nasi kuning manado dengan bungkus janur yang khas.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Nasi kuning manado dengan bungkus janur yang khas.
Jangan anggap sepele nasi kuning yang satu ini, pertama kali saya melihatnya saja sudah cukup aneh, karena dibungkus oleh daun janur.

Nasi kuning khas Manado mengandalkan pelengkapnya berupa irisan ikan cakalang, serta daging sapi yang diolah dalam bentuk irisan kecil-kecil. Bisa juga ikan cakalangnya digiling menyerupai abon.

Telur rebus utuh juga menjadi pelengkap serta ditaburi berbagai pelengkap lain, seperti kentang kering dan daun bawang. Nasi kuning khas Manado sering disajikan atau dibungkus daun woka (sejenis janur).

Anda bisa mendapatkan nasi kuning yang terkenal di Kampung Kodo atau di Rumah Makan Saroja dan Rumah Makan Selamat Pagi. Jika malam hari, puluhan penjual nasi kuning banyak ditemui di daerah Komo, yang membuka lapak hingga subuh.

Berbeda dengan nasi kuning di daerah lain, nasi kuning khas Manado mengandalkan pelengkapnya berupa irisan ikan cakalang, serta daging sapi yang diolah dalam bentuk irisan kecil-kecil. Telur rebus juga menjadi pelengkap serta ditaburi berbagai bumbu lainnya. Nasi kuning khas Manado sering disajikan atau dibungkus di daun woka (sejenis janur). Di Wakeke juga banyak disajikan menu nasi kuning selain tinutuan. Tetapi yang paling terkenal adalah nasi kuning di Kampung Kodo atau di Rumah Makan Saroja dan Rumah Makan Selamat Pagi. Jika malam hari, puluhan penjual nasi kuning bertaburan di Komo, yang membuka lapak hingga subuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Kuliner Halal yang Wajib Dicicipi di Manado", https://travel.kompas.com/read/2017/02/16/130300727/10.kuliner.halal.yang.wajib.dicicipi.di.manado.
Penulis : Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol

2. Tinutuan

Sajian Tinutuan atau Bubur Manado dengan sambal roa dan ikan cakang fufu goreng.Kompas.com/Ronny Adolof Buol Sajian Tinutuan atau Bubur Manado dengan sambal roa dan ikan cakang fufu goreng.
Yang satu ini punya "nama beken" bubur manado, kalau sudah menyebut nama itu bisa dikenal sampai ke berbagai daerah di Indonesia.

Tinutuan merupakan makanan yang dibuat dari campuran berbagai sayuran hijau, antara lain kangkung, bayam, kemangi, dan yang khas daun gedi. Selain itu juga dicampur jagung, singkong, labu, dan bubur beras tentunya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.