Taman Nasional Tanjung Puting Direncanakan Jadi Bali ke-11 - Kompas.com

Taman Nasional Tanjung Puting Direncanakan Jadi Bali ke-11

Kompas.com - 04/09/2018, 19:23 WIB
Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Selasa (26/11/2013).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Selasa (26/11/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), diusulkan menjadi Bali ke-11 pada 2019.

TN Tanjung Puting memiliki keunggulan daya tarik wisata berupa hutan tropis sebagai habitat asli orangutan di Indonesia.

“Taman Nasional Tanjung Puting dieksplor untuk menjadi Bali ke-11. Hal ini dikarenakan gunung, pulau, laut, hingga pantai sudah, tapi hutan belum termasuk ke dalam 10 Bali Baru tersebut. Kalimantan memiliki hutan sebagai paru-paru dunia, tepatnya di Kalimantan Tengah. Tidak hanya hutan, tetapi juga memiliki orangutan sebagai satwa yang dilindungi,” jelas Fahrizal Fitri, Sekertaris Daerah Kalimantan Timur di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (3/8/2018).

Tercatat bahwa jumlah wisatawan ke Tanjung Puting pada 2017 berjumlah 25.145 orang, di mana wisatawan asing 15.170 orang dan wisatawan dalam negeri 9.975 orang.

Pada April 2018, jumlah wisatawan mencapai 16.778 orang, di mana wisawan asing 10.518 orang dan 6.260 orang wisatawan dalam negeri.

“Taman Nasional Tanjung Puting merupakan destinasi wisata yang sudah taraf mancanegara. Di sana mereka akan melihat kawasan hutan alam yang berdiri di atas gambut, di situ juga ada aliran sungai yang hitam gambut, konservasi orangutan selus 500.000 hektar. Jadi ada kurang lebih 5.000 orangutan yang dipelihara. Ini akan ditunjukkan ke dunia, bahwa inilah salah satu satwa yang dilindungi, dan mereka dapat memberitahukan kepada orang banyak melalui media sosial mereka,” tambah Fahrizal.

Dwisuryo Indroyono Soesilo selaku Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementrian Pariwisata mengatakan popularitas Tanjung Puting akan diangkat kembali dalam berbagai event. Salah satunya Wonderful Sail to Indonesia 2018.

“Untuk mewujudkan itu, Kalteng terus berbenah, salah satunya dengan membentuk tim percepatan pembangunan Kalteng. Terdiri dari berbagai komponen yang tujuannya untuk membangun dan membantu pejabat struktural untuk memberikan masukan yang memajukan industri pariwisata,” tambah Fahrizal.

Diharapkan kedatangan para yachter peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 akan membawa dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat setempat serta menjadi sarana promosi yang efektif ke seluruh dunia.

Ditetapkannya Tanjung Puting sebagai ‘New Bali’ ke-11 nantinya akan melengkapi atraksi yang dimiliki di 10 New Bali yaitu atraksi danau (Danau Toba-Sumut); atraksi pantai/bahari (Belitung-Babel, Tanjung Lesung-Banten, Kepulauan Seribu-DKI Jakarta, Mandalika-Lombok NTB, Pulau Komodo-NTT, Taman Nasional Wakatobi-Sulawesi Tenggara, dan Morotai-Maluku Utara); atraksi gunung (Gunung Bromo-Jatim); atraksi budaya (Candi Borobudur-Jateng), dan nantinya dilengkapi dengan atraksi hutan (Taman Nasional Tanjung Puting-Kalteng).

“Usulan New Bali ke-11 ini merupakan satu-satunya yang ada di Pulau Kalimantan,” kata Marsetio selaku Staff Ahli Menteri Untuk Pariwisata dan Ketua tim Percepatan Pembangunan Kalimantan Tengah.



Close Ads X