Festival Tabot Bengkulu Digelar 10-20 September, Jangan Ketinggalan! - Kompas.com

Festival Tabot Bengkulu Digelar 10-20 September, Jangan Ketinggalan!

Kompas.com - 06/09/2018, 06:50 WIB
Warga Bengkulu menyaksikan arak-arakan Festival Tabut 2016 yang diperingati setiap 1-10 Muharam pada 11 Oktober 2016. Festival seni budaya untuk memperingati kematian Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad, ini kemarin ditutup secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Ridwan MuktiTim Media Pemprov Bengkulu Warga Bengkulu menyaksikan arak-arakan Festival Tabut 2016 yang diperingati setiap 1-10 Muharam pada 11 Oktober 2016. Festival seni budaya untuk memperingati kematian Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad, ini kemarin ditutup secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti

JAKARTA, KOMPAS.com - Acara tahunan Tabot Bengkulu yang sudah ada sejak 1685 kembali digelar pada tanggal 10 hingga 20 September 2018 di Bengkulu. Pada tahun ini, Tabot Bengkulu masuk ke dalam kalender 100 Calender of Events (CoE) Wonderful Indonesia.

Rohidin mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersyukur karena event ini bisa masuk ke 100 CoE Wonderful Indonesia. Selama ini Tabot hanya bisa dinikmati masyarakat lokal, pelaksanaan tahun ini diharapkan mampu menyedot wisatawan mancanegara.

Tabot Bengkulu tak hanya memiliki daya tarik dari aspek ritual agama melainkan juga sudah menjadi daya tarik wisata.

Acara ini akan mengembalikan ingatan masyarakat Bengkulu pada masa perjuangan dan kepahlawanan serta kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbakala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

“Perayaan Tabot sudah ada sejak tahun 1685, pertama kali dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo. Event ini selalu dinanti banyak orang,” jelas Rohidin Mersyah, Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta (5/9/2018).

Tabot diarak menuju pemakaman umum Karbela di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Kamis (14/11/2013). Di Kota Bengkulu, ritual tabot ini dilakukan pada tanggal 1-10 Muharam setiap tahunnya. Ritual ini dilakukan untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein, di Padang Karbala.KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN Tabot diarak menuju pemakaman umum Karbela di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Kamis (14/11/2013). Di Kota Bengkulu, ritual tabot ini dilakukan pada tanggal 1-10 Muharam setiap tahunnya. Ritual ini dilakukan untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein, di Padang Karbala.

Pelaksanaan Festival dan Ritual Tabot ini akan berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari satu hingga sepuluh Muharam.

Ritual ini akan dilaksanakan langsung oleh kelompok masyarakat yang dikenal dengan Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bengkulu.

Pada hari pertama akan ada prosesi Mengambik Tanah (mengambil tanah), lalu pada hari kedua prosesi Duduk Penja (mencuci jari-jari), dan hari ketiga Menjara (mengandun).

Acara pada hari keempat dilanjutkan yaitu Meradai (sosialisasi kematian Husein dan wujud kepedulian masyarakat dalam bentuk apapaun), dan hari kelima Arak Penja (mengarak jari-jari).

Pada hari keenam memasuki prosesi Arak Serban (mengarak sorban), hari ketujuh Gam (tenang atau berkabung), hari kedelapan Arak Gendang (taptu akbar), dan hari kesembilan Tabot bersanding dan hari kesepuluh sebagai puncak prosesi Tabot Tebuang (pembuangan Tabot.

Festival Tabot 2013 dibuka secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah.KOMPAS.com/Firmansyah Festival Tabot 2013 dibuka secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah.

Tidak hanya ritual Tabot, ada juga berbagai pertunjukan seni, perlombaan tradisional yang akan diikuti oleh sepuluh kabupaten kota se-provinsi Bengkulu.

Ada lomba ikan-ikan, lomba telong-telong, perlombaan musik Melayu khas Bengkulu dan Perlombaan Kreasi Musik Dol. Wisatawan juga bisa mengunjungi wisata sejarah yang tak kalah menarik untuk dikunjungi seperti, Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno (1934-1938), dan rumah Fatmawati yang dikenal sebagai Ibu Negara Republik Indonesia.

Wisatawan juga bisa mencoba wisata alam panjat tebing di Bukit Kandis, arung jeram, dan pusat pelatihan Gagah Seblat.

Acara ini bisa diharapkan bisa mengenalkan Bengkulu sebagai obyek wisata yang bisa dikunjungi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.

“Melalui Tabot ini, bisa mengenalkan Bengkulu sebagai tempat wisata dan meningkatkan jumlah wisatawan dari luar dan dalam negara,” tutur Rohidin Mersyah.


Komentar
Close Ads X