300 Hektar Lahan Pulau Baai Bengkulu Diusulkan Jadi KEK Pariwisata

Kompas.com - 06/09/2018, 09:00 WIB
Lomba sampan tradisional di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai, Kota Bengkulu, Minggu (9/3/2014). KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Lomba sampan tradisional di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai, Kota Bengkulu, Minggu (9/3/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 300 hektar lahan di Pulau Baai, Bengkulu diusulkan jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Hal itu disebutkan Menteri Pariwisata Arief Yahya karena potensi Pulau Baai yang bisa menunjang pariwisata Bengkulu.

"Tahun lalu usulnya akan membuka KEK, salah satunya di Pulau Baai, 1.200 hekter yang dimiliki BUMN. Katakanlah 300 hektar diantaranya akan dijadikan untuk pariwisata, investor akan sangat mudah ditarik," kata Arief saat konferensi pers Festival Tabot, di Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Ia mengatakan hal tersebut karena melihat potensi Pulau Baai yang bagus, dan cocok untuk dibuat KEK Pariwisata. Pulau tersebut memiliki akses 15 menit ke bandara, 20 menit ke pusat kota dan jalan nasional, dengan jaringan telekomunikasi yang juga sudah bagus.

Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan Pulau Baai sangat diuntungkan dalam segi akses lokasi. Selain itu, hasil riset PT Pelindo II menunjukkan pelabuhan itu satu-satunya pelabuhan besar yang langsung berhadapan dengan samudera, dan memiliki kolam pelabuhan terluas juga di Indonesia.

Kini pulau yang memiliki luas 1.200 hektar memang sudah mengurus perizinan, diproyeksikan menjadi KEK. Sekitar 10-20 persen lahan sudah dialokasikan untuk KEK industri dan dermaga internasional.

"Memang ada titik-titik wisata di pulau itu, tinggal dikembangkan menjadi KEK pariwisata dan dikombinasikan dengan pelabuhan besar, juga kawasan industrinya," kata Rohidin.

Titik-titik wisata di Pulau Baai ialah spot-spot selam, hutan bakau, dan kampung nelayan yang sudah ditata dengan apik.

Ia menganggap rencana KEK Pariwisata akan sangat bagus jika dikombinasikan sebagian lahannya yang terdapat titik-titik destinasi wisata. Jumlah lahan untuk KEK Pariwisata diharapkan sekitar 300 hektar.

Sementara ini, Rosyidin mendorong Pulau Baai menjadi pintu pembuka arus barang dari barat Indonesia, atau Samudera Hindia. Aksesnya yang juga strategis di jalan laut, sudah mampi menurunkan beban dermaga-dermaga lainnya di barat Indonesia.

"Kalau mau, tahun ini saya bantu, saya tunjuk satu orang yang bisa fully dedicated memantau perkembangan KEK Bengkulu itu," ujar Arief.

KEK pariwisata merupakan kawasan ekonomi yang khusus dibangun untuk kepariwisataan. KEK memiliki keunggulan pelayanan investasi yang cepat, birokrasinya tidak panjang, karena menggunakan pelayanan satu pintu atau one stop service.

"Ketika kita punya kek, investor tidak punya keraguan untuk investasi, tidak khawatir dilempar-lempar birokrasinya," tutup Arief.




Close Ads X