Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/09/2018, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 300 hektar lahan di Pulau Baai, Bengkulu diusulkan jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Hal itu disebutkan Menteri Pariwisata Arief Yahya karena potensi Pulau Baai yang bisa menunjang pariwisata Bengkulu.

"Tahun lalu usulnya akan membuka KEK, salah satunya di Pulau Baai, 1.200 hekter yang dimiliki BUMN. Katakanlah 300 hektar diantaranya akan dijadikan untuk pariwisata, investor akan sangat mudah ditarik," kata Arief saat konferensi pers Festival Tabot, di Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Ia mengatakan hal tersebut karena melihat potensi Pulau Baai yang bagus, dan cocok untuk dibuat KEK Pariwisata. Pulau tersebut memiliki akses 15 menit ke bandara, 20 menit ke pusat kota dan jalan nasional, dengan jaringan telekomunikasi yang juga sudah bagus.

Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan Pulau Baai sangat diuntungkan dalam segi akses lokasi. Selain itu, hasil riset PT Pelindo II menunjukkan pelabuhan itu satu-satunya pelabuhan besar yang langsung berhadapan dengan samudera, dan memiliki kolam pelabuhan terluas juga di Indonesia.

Kini pulau yang memiliki luas 1.200 hektar memang sudah mengurus perizinan, diproyeksikan menjadi KEK. Sekitar 10-20 persen lahan sudah dialokasikan untuk KEK industri dan dermaga internasional.

"Memang ada titik-titik wisata di pulau itu, tinggal dikembangkan menjadi KEK pariwisata dan dikombinasikan dengan pelabuhan besar, juga kawasan industrinya," kata Rohidin.

Titik-titik wisata di Pulau Baai ialah spot-spot selam, hutan bakau, dan kampung nelayan yang sudah ditata dengan apik.

Ia menganggap rencana KEK Pariwisata akan sangat bagus jika dikombinasikan sebagian lahannya yang terdapat titik-titik destinasi wisata. Jumlah lahan untuk KEK Pariwisata diharapkan sekitar 300 hektar.

Sementara ini, Rosyidin mendorong Pulau Baai menjadi pintu pembuka arus barang dari barat Indonesia, atau Samudera Hindia. Aksesnya yang juga strategis di jalan laut, sudah mampi menurunkan beban dermaga-dermaga lainnya di barat Indonesia.

"Kalau mau, tahun ini saya bantu, saya tunjuk satu orang yang bisa fully dedicated memantau perkembangan KEK Bengkulu itu," ujar Arief.

KEK pariwisata merupakan kawasan ekonomi yang khusus dibangun untuk kepariwisataan. KEK memiliki keunggulan pelayanan investasi yang cepat, birokrasinya tidak panjang, karena menggunakan pelayanan satu pintu atau one stop service.

"Ketika kita punya kek, investor tidak punya keraguan untuk investasi, tidak khawatir dilempar-lempar birokrasinya," tutup Arief.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Art Jakarta Gardens Kembali Hadir, Banyak Karya Seni Kolaborasi

Art Jakarta Gardens Kembali Hadir, Banyak Karya Seni Kolaborasi

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Penalama Coffee Bogor, Bisa Melukis dan Foto-Foto

5 Aktivitas di Penalama Coffee Bogor, Bisa Melukis dan Foto-Foto

Jalan Jalan
Dieng Culture Festival 2023 Akan Digelar 25-27 Agustus 2023

Dieng Culture Festival 2023 Akan Digelar 25-27 Agustus 2023

Travel Update
Mengenal Prefektur Gifu, Pusat Budaya dan Tradisi di Jepang

Mengenal Prefektur Gifu, Pusat Budaya dan Tradisi di Jepang

Jalan Jalan
Mampir ke Desa Nglanggeran Gunungkidul, Delegasi ATF Disuguhi Cokelat Olahan

Mampir ke Desa Nglanggeran Gunungkidul, Delegasi ATF Disuguhi Cokelat Olahan

Travel Update
Menikmati Seduhan Kopi Bernuansa Jadul di Penalama Coffee Bogor

Menikmati Seduhan Kopi Bernuansa Jadul di Penalama Coffee Bogor

Jalan Jalan
6 Tempat Lihat Bunga Mekar di Hokkaido, Tidak Hanya Saat Musim Semi

6 Tempat Lihat Bunga Mekar di Hokkaido, Tidak Hanya Saat Musim Semi

Jalan Jalan
Wisata di Setu Babakan Bisa Sewa Sepeda Listrik, Tarif mulai Rp 20.000

Wisata di Setu Babakan Bisa Sewa Sepeda Listrik, Tarif mulai Rp 20.000

Travel Update
Panduan Lengkap ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok, Main Bareng Anabul

Panduan Lengkap ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok, Main Bareng Anabul

Travel Tips
Gempa Turkiye Hancurkan Sebagian Bangunan Kastel Peninggalan Romawi 

Gempa Turkiye Hancurkan Sebagian Bangunan Kastel Peninggalan Romawi 

Travel Update
5 Tempat Wisata Populer di Aichi Jepang, Ada Museum Toyota dan Kastel

5 Tempat Wisata Populer di Aichi Jepang, Ada Museum Toyota dan Kastel

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata di Sulawesi Tenggara Selain Wakatobi, Ada Benteng

5 Tempat Wisata di Sulawesi Tenggara Selain Wakatobi, Ada Benteng

Jalan Jalan
5 Syarat Main Bareng Anabul di Bilik Kucing Cat Cafe, Jangan Berisik

5 Syarat Main Bareng Anabul di Bilik Kucing Cat Cafe, Jangan Berisik

Travel Tips
Menparekraf Ingin Ada Penerbangan Langsung dari India ke Indonesia

Menparekraf Ingin Ada Penerbangan Langsung dari India ke Indonesia

Travel Update
5 Wisata Dekat Buana Life Pangalengan, Ada Rumah Film 'Pengabdi Setan' 

5 Wisata Dekat Buana Life Pangalengan, Ada Rumah Film "Pengabdi Setan" 

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+