Nilai Dolar Naik, Pengunjung "Travel Fair" Tetap Ramai

Kompas.com - 07/09/2018, 20:19 WIB
Suasana antrean Kompas Travel Fair 2018 satu jam sembelum pembukaan pukul 10.00 WIB, di Jakarta Convention Centre, Jumat (7/9/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASuasana antrean Kompas Travel Fair 2018 satu jam sembelum pembukaan pukul 10.00 WIB, di Jakarta Convention Centre, Jumat (7/9/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar dolar yang terus meningkat terhadap rupiah sepertinya tak terlalu berimbas pada minat berwisata, terutama ke luar negeri.

Hal itu terlihat saat Kompas Travel Fair (KTF) 2018, di mana pengunjung terbilang membludak sejak pagi sebelum acara dibuka.

KTF 2018 yang berlangsung mulai 7-9 September di Jakarta Convention Centre (JCC), mulai pukul 10.00 WIB, telah dibanjiri antrean pengunjung sejak 07.30 WIB. Mereka yang datang lebih pagi rela mengantre untuk mendapatkan voucher cashback.

Baca juga: Kompas Travel Fair 2018 Resmi Digelar

Salah satu warga Jakarta yang mengantre di KTF, Yongki (48) mengatakan kenaikan dolar yang hampir menyentuh Rp 15.000 belum terlalu berdampak pada minatnya untuk membeli tiket berlibur.

Menurutnya dengan banyaknya promo di travel fair, harga akhir dari tiket atau paket wisata masih tetap terjangkau. Bahkan ia pun tidak menyadari jika kenaikan berpengaruh pada tiket-tiket penerbangan atau harga penginapan.

"Kebetulan saya masih tahun depan berangkatnya, dan masih murah dengan promo paketnya, cashback juga," ujarnya yang merencanakan liburan ke Hongkong pada Mei 2019.

Suasana Kompas Travel Fair, di JCC, Jakarta, Jumat (7/9/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Suasana Kompas Travel Fair, di JCC, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Hal serupa diutarakan Yuliani (38). Menurutnya harga tiket dan wisata masih "bersahabat" bahkan masih sama dengan sebelum kenaikan dolar. Soal biaya hidup di negara tujuan, ia akan berfikir nanti, sembari berharap nilai dolar turun.

"Ini kan kenaikan dolarnya nya baru beberapa minggu terakhir, sedangkan travel mempersiapkan acara ini sudah berbulan-bulan lalu, jadi masih harga lama kayaknya, masih murah-murah kok," ungkap Yuliani yang membeli tiket ke Taiwan untuk Januari 2018.

Sementara itu Diah (29) warga Jakarta Selatan sempat khawatir akan harga-harga tiket pesawat yang naik karena dolar. Tetapi kekhawatirannya mereda setelah melihat animo pengunjung di KTF yang masih tinggi.

"Awalnya saya khawatir, tapi ternyata gak terlalu (besar) ya bedanya, saya terakhir juga ke Thailand gak jauh beda. Ini dapat Rp 2,5 juta pp ke Bangkok, cashback lagi Rp 800.000 pakai (maskapai) full service," tuturnya.

Menurut Diah, maskapai-maskapai di KTF yang menawarkan promo merupakan maskapai full service, tetapi berani memberi harga "miring", sehingga hitungannya bisa lebih ekonomis baginya.

Irfan (51) warga Pondok Bambu malah theran karna harga tiketnya lebih murah dari yang ia beli awal tahun ini. Sebelumnya Irfan membeli tiket ke Tokyo di luar promo, Rp 3,9 juta PP. Sedangkan dalam acara ini hanya Rp 3,4 juta.

"Saya malah dapat lebih murah ke Tokyo, mungkin karena ini promo ya. Kalau menurut saya sih tidak lihat (kurs) dolar, pokoknya harga cocok ya beli saja," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X