Beda Cara Perlakuan terhadap Milenial dalam Penerbangan - Kompas.com

Beda Cara Perlakuan terhadap Milenial dalam Penerbangan

Kompas.com - 12/09/2018, 13:20 WIB
Ilustrasi penumpang pesawatChalabala Ilustrasi penumpang pesawat

JAKARTA, KOMPAS.com - Kutipan "beda generasi beda juga perlakuannya", ternyata berlaku juga dalam hal penerbangan. Kru kabin milenial ternyata memiliki karakter, bahkan membutuhkan perlakuan khusus.

Hal tersebut yang coba dipraktikkan oleh Garuda Indonesia Training Cantre (GATC), selaku lembaga pelatihan sekaligus "penjamin mutu" kru kabin.

Linggarsari Suharso, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia (GA) mengatakan kru kabin milenial cepet belajar, karena mereka tahu banyak saluran pembelajaran.

Sehingga metode pembelajaran para milenial pun diolah agar variatif. Terutama meminimalisir hal-hal yang formal dan bertele-tele.

"Mereka juga mudah terpacu, jadi evaluasi kita majukan tiap tiga bulan, supaya mereka tahu kalau kinerjanya apakah bagus, temannya yang bagus ada awardnya," tutur Linggasari saat KompasTravel mengunjungi Garuda Indonesia Training Centre (GATC) di Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).

Keahlian milenial dalam hal teknologi pun harus diakomodir dan dimaksimalkan dengan memberikan fasilitas-fasilitas digital yang lebih mudah bagi milenial.

"Jadi, kita digitalisasi, technology based, mulai dari absen, penjadwalan pakai kartu Flazz. Dengan sistem digital, jadi mereka merasa tidak bertele-tele, serba cepat," jelasnya.

Ruang-ruang kerja formal mulai diubah menjadi fleksibel, sehingga bisa memunculkan inspirasi-inspirasi dalam bekerja. Menurut Lingggasari kini pembelajaran hospitality bagi milenial lebih banyak dalam simulasi penerbangan dibanding teori dalam kelas.

"Terakhir innovation award, jadi cara menyemangatinya dengan award. Mereka suka dikasih award jalan-jalan ke rute-rute favorit kaya Eropa, Jepang," pungkasnya.

Melayani penumpang milenial

Sedangkan untuk melayani penumpang milenials, menurut Linggasari, prosedur yang digunakan tidak memiliki perbedaan dengan penumpang lainnya.

Hanya saja, penumpang milenial cenderung lebih mandiri atau tidak banyak membutuhan pelayanan khusus.

"Sama saja sih sebenernya kalau soal prosedur. Cuman mungkin lebih mandiri ya, tidak banyak permintaan, mereka sibuk dengan mainannya sendiri," terangnya.



Close Ads X