Kompas.com - 12/09/2018, 20:09 WIB
Shibuya di Tokyo, Jepang. KKday Image ResourcesShibuya di Tokyo, Jepang.

TOKYO, KOMPAS.com - Memahami karakter dan budaya warga di negara yang akan dikunjungi sangat penting. Hal ini untuk menghargai warga setempat, juga untuk menghindari agar tingkah laku kita selama liburan jadi pergunjingan.

Di Jepang, misalnya, ada beberapa etiket yang perlu kamu pahami. Negara ini dikenal sangat menjunjung tinggi etika, kedisiplinan, dan kebersihan. Apa saja etiket orang Jepang yang perlu kamu ingat?

1. Simpan sampahmu

Kalau kamu baru pertama kali ke Jepang, kamu akan langsung menyadari betapa bersihnya kota-kota di negeri sakura ini. Apakah banyak tempat sampah di sepanjang jalan yang membuat jalan-jalan di sana bersih? Tidak juga.

Pengalaman Kompas.com, justru sulit sekali menemukan tempat sampah di sepanjang trotoar untuk pejalan kaki.

Hideyoshi Tomita, pemandu tur kami, menjelaskan orang Jepang biasanya menyimpan dulu sampah ke dalam tas. Jika nanti ada tempat sampah di supermarket, baru kemudian dibuang. Namun, jika tak menemukannya, sampah biasanya disimpan dan baru dibuang di rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Budaya tepat waktu

Jika kamu terkenal "jam karet", siap-siap untuk segera menyesuaikan diri apalagi jika kamu ada dalam sebuah rombongan bersama orang Jepang. Orang Jepang sangat taat dengan agenda dan jadwal perjalanan yang sudah dibuat.

Mereka yang bertugas sebagai pemandu tur biasanya mulai menghubungi peserta rombongan selalu tepat 10 menit sebelum waktu berkumpul. Jika pada waktu yang ditentukan masih ada yang belum hadir, maka siap-siap saja untuk diburu-buru. Pintu kamarmu bisa saja diketok agar bisa segera bergegas turun ke lobi hotel.

Demikian juga jika ada di tempat-tempat wisata, mereka tak akan segan berulang kali mengingatkan untuk bergegas setiap kali melihat ada anggota rombongan yang sibuk berfoto ataupun mampir ke toko souvenir.

3. Tidak sopan memotret orang lain

Pemandu tur kami berulang kali mengingatkan agar selalu meminta izin mana kala ingin memotret suasana di tempat wisata. Hal ini dia sampaikan lantaran turis asal Indonesia terbilang cukup gemar berfoto.

Imbauan itu berulang kali disampaikan untuk menghindari protes dari orang lain yang terpotret di dalam foto. Jika kamu memotret orang lain tanpa izin, hal itu dianggap sangat tidak sopan.

4. Budaya antre

Seperti yang disinggung di atas, orang Jepang juga sangat disiplin termasuk dalam soal mengantre. Selalu ada antrean rapi di tempat-tempat umum seperti di peron kereta api, halte bus, hingga minimarket.

Bahkan untuk naik bus umum di bandara, antrian orang dan koper yang dibawa harus dalam garis lurus. Dengan disiplin seperti ini, jangan sekali-sekali menyerobot masuk antrian, jika tak ingin jadi omongan.

5. Dilarang gaduh di angkutan umum

Jika kamu menggunakan moda transportasi publik di Jepang, suasana hening juga akan langsung kamu rasakan. Hal ini berbeda jauh dengan moda transportasi publik di Indonesia yang riuh.

Ada aturan tak tertulis yang selalu ditaati orang Jepang untuk tidak bersuara keras atau pun menerima telepon jika sedang berada di dalam transportasi publik.

6. Etika di eskalator

Tertibnya budaya orang Jepang juga terlihat saat naik atau turun eskalator. Semua orang yang terburu-buru pasti akan mengambil sisi kanan. Sementara untuk mereka yang tak mengejar waktu, akan otomatis berdiri di sebelah kiri.

Nah, jangan sampai lupa aturan tertulis ini ya saat menggunakan eskalator.

7. Tiga macam gaya membungkuk

Cara orang Jepang berterima kasih juga terbilang unik. Mereka tidak berjabat tangan, tetapi membungkuk sambil mengucap Ärigato Gozaimasu" (terima kasih). Pemandu wisata, Ai Munakatta, mengungkapkan ada tiga macam bungkuk biasa dilakukan orang jepang.

Pertama, membungkukkan hanya bagian kepala saja (seperti mengangguk). Membungkuk model ini biasanya dilakukan untuk merespon ucapan terima kasih dari pegawai toko usai berbelanja, pramugari di pesawat saat turun dari pesawat, atau aktivitas lainnya yang sambil lalu.

Kedua, membungkukkan badan sekitar 30 derajat. Ai mengungkapkan gaya bungkuk model ini biasanya untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seseorang yang lazim digunakan.

Sementara yang ketiga, membungkukkan badan sekitar 45 derajat hingga membuat sudut siku. Pandangan mata harus tertuju ke bawah.

Ai menuturkan gaya bungkuk model ini khusus dilakukan untuk menyampaikan rasa terima kasih yang sangat mendalam. Biasanya, orang Jepang juga akan membungkuk sambil mengucapkan "Domo Arigato Gozaimasu" (Terima kasih yang sebesar-besarnya).

8. Jangan ambil barang di hotel

Mungkin ada beberapa orang yang senang mengoleksi peralatan mandi dari hotel tempat menginap. Namun, jangan sekali-kali melakukan hal ini di hotel-hotel Jepang, karena akan sangat memalukan.

Orang Jepang berprinsip mereka tak boleh mengambil barang yang memang bukan ditujukan untuknya. Hal ini membuat traveling di Jepang cukup aman. Di beberapa kota, bahkan ada posko khusus lost and found jika ada barang tak bertuan ditemukan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.