Sebagian Besar Wisman ke Batam lewat Singapura - Kompas.com

Sebagian Besar Wisman ke Batam lewat Singapura

Kompas.com - 13/09/2018, 06:42 WIB
Pantai Trikora di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.BARRY KUSUMA Pantai Trikora di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

BATAM, KOMPAS.com - Selain Jakarta dan Bali, saat ini Batam, Kepulauan Riau (Kepri) juga termasuk kota ketiga yang merupakan daerah andalan dalam menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Hal ini dilihat dari potensi dan letak geografis Kepri yang sangat menguntungkan dan berpotensi untuk upaya peningkatan.

Baca juga: Penerbangan Carter Batam-Dongsheng Diminati Turis China

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berharap agar seluruh pemerintah daerah yang ada di Kepri bisa mendukung dan menyukseskan rencana tersebut.

"Alhamdulillah, akhirnya Batam terpilih menjadi salah satu daerah andalan dalam target 17 juta wisman yang berkunjung ke Indonesia," kata Kepala Biro Komunikasi dan Publik Kemenpar, Guntur Sakti di Batam.

Baca juga: 2 Putra Jokowi Buka Gerai Makanan di Batam

Guntur berpendapat dipilihnya Batam merupakan keputusan yang tepat, sebab Batam merupakan daerah terdepan yang berbatasan langsung dengan Singapura.

Apalagi Batam memiliki bandara yang landasan pacunya terpanjang di Indonesia, tentunya hal ini tidak begitu sulit untuk mendatangkan wisman ke Kepri.

Warga berfoto dengan latar belakang pemandangan Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Jembatan ini merupakan satu dari enam jembatan yang dibangun untuk menghubungkan enam pulau di Batam, yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZES Warga berfoto dengan latar belakang pemandangan Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Jembatan ini merupakan satu dari enam jembatan yang dibangun untuk menghubungkan enam pulau di Batam, yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.
"Untuk itu kami berharap agar BP Batam mampu menginisiasi penerbangan carter dan penerbangan langsung sehingga upaya peningkatan wisman melalui Batam dapat dengan mudah tercapai. Karena hal ini sangat memudahkan wisman dalam berkunjung ke Batam, Kepri," ungkap Guntur.

Selama ini, menurut Guntur, untuk wisman yang hendak ke Kepri, kebanyakan mampir ke Singapura terlebih dahulu, baru menuju ke Batam.

"Nah jika penerbangan sewa dan penerbangan langsung sudah ada di Bandara Hang Nadim, bisa dipastikan kunjungan wisman di Kepri akan lebih meningkat lagi yang tentunya perekonomian Batam bisa lebih baik lagi," jelas Guntur.

China, India, Jepang dan Korea

Untuk peberbangan langsung, mantan kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri ini mengatakan ada empat negara yang fotensial saat ini, diantaranya China, India, Jepang dan Korena.

"Empat negara ini yang sangat fotensial sekali untuk dibukanya penerbangan langsung. Dan kami harap BP Batam sebagai pengelola bandara Hang Nadim mau mempertimbangkan hal ini," kata Guntur.

Selain keempat negara tersebut,lanjut Guntur, Malaysia khususnya di wilayah Penang dan Kuala Lumpur juga perlu digarap karena rentang waktunya yang terbilang jauh.

Bekas kampung pengungsi Vietnam atau lazim disebut Kampung Vietnam di Pulau Galang, Minggu (8/2/2015), belakangan menjadi obyek wisata sejarah andalam Batam bahkan Kepulauan Riau. KOMPAS/FRANS SARONG Bekas kampung pengungsi Vietnam atau lazim disebut Kampung Vietnam di Pulau Galang, Minggu (8/2/2015), belakangan menjadi obyek wisata sejarah andalam Batam bahkan Kepulauan Riau.
"Kalau Singapura tidak perlu dipikirkan lagi, tapi kalau Penang dan Kuala Lumpur, Malaysia tetap menjadi prioritas dalam promosi pariwisata," ujarnya.

"Warga Malaysia yang berada di Penang dan Kuala Lumpur lebih memilih berlibur ke Kota Bandung atau Jakarta dibandingkan ke Batam, karena jaraknya juga terbilang panjang sehingga ada kemungkinan untuk memilih daerah lain yang ada di Indonesia," kata Guntur.

Guntur memaparkan, tahun ini orientasi pasar potensial Indonesia beralih dari Korea ke India.

"Berdasarkan data Kemenpar, banyak traveler dunia ke Indonesia, jadi jangan kawatir untuk membuka penerbangan langsung selagi BP Batam mau bekerja sama dengan sejumlah maskapai yang ada," tambah Guntur.


Komentar
Close Ads X