Asal-usul Nama Tempe Mendoan

Kompas.com - 14/09/2018, 21:19 WIB
Suasana penggorengan mendoan dalam pemecahan rekor dunia di Purwokerto, Sabtu (25/8.2018). Dok. PenyelenggaraSuasana penggorengan mendoan dalam pemecahan rekor dunia di Purwokerto, Sabtu (25/8.2018).


KOMPAS.com – Kebanyakan dari Anda pasti akrab dengan tempe mendoan. Panganan khas Purwokerto, Jawa Tengah ini kerap dimakan dengan kecap dan cabai rawit.

Mengapa makanan tersebut diberi nama tempe mendoan?

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas, Suwondo Geni, menjelaskan soal asal-usul nama tempe goreng tersebut.

“Jadi gini, tempe mendoan itu adalah tempe goreng. Tempe yang digunakan adalah tempe khas Banyumas, bentuknya tipis, kemudian diberi tepung dan bumbu, kemudian digoreng setengah matang atau mendo, lalu dihidangkan,” ujar Suwondo kepada KompasTravel, Jumat (14/9/2018) malam.

Oleh sebab itu, lanjut Suwondo, tempe yang digoreng setengah matang tersebut diberi nama mendoan.

Tempe mendoan dibuat dari tempe khusus, bentuknya tipis dan dibungkus dengan daun pisang. Lembaran tempe akan dicelupkan ke adonan dan diberi bumbu antara lain garam, bawang, dan ketumbar.

“Setelah selesai goreng di wajan yang telah berisi minyak panas. Goreng sekitar 3 hingga 4 menit saja, tidak sampai (tempe) kering,” kata Suwondo.

Baca juga: Kata Orang Luar Negeri tentang Tempe

Akan tetapi, tempe mendoan juga bisa menggunakan tempe biasa yang diiris-iris tipis sekitar 3 hingga 4 milimeter. Tempe mendoan lebih enak dikonsumsi saat masih hangat.

Jangan lupa untuk mencocolnya dengan sambal kecap atau cabai rawit sebagai pelengkap saat mencicipi tempe mendoan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X