Yuk, Mampir ke Pameran Kain Ulos di Museum Tekstil Jakarta - Kompas.com

Yuk, Mampir ke Pameran Kain Ulos di Museum Tekstil Jakarta

Kompas.com - 15/09/2018, 19:05 WIB
Kain Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang sangat cantik, biasanya dipakai pada acara adat atau keagamaan. DOK. Kemenpar Kain Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang sangat cantik, biasanya dipakai pada acara adat atau keagamaan.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Bila ingin melihat ragam koleksi kain tenun Ulos, Anda bisa datang ke pameran ulos yang digelar di Museum Tekstil Jakarta pada 20 September hingga 7 Oktober 2018. Tema yang diusung adalah Ulos, Hangoluan & Tondi.

Barang-barang yang dipamerkan merupakan koleksi pribadi milik Devi Pandjaitan bersama Kerri Na Basaria.

“Hangoluan yang berarti Kehidupan dan Tondi berarti Jiwa. Hal ini menggambarkan kain Ulos merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak,” ujar Devi Pandjaitan, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/9/2018).

Kain Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang sangat cantik, biasanya dipakai pada acara adat atau keagamaan. DOK. Kemenpar Kain Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang sangat cantik, biasanya dipakai pada acara adat atau keagamaan.

Untuk menarik minat anak muda, dalam pameran ini juga berkolaborasi dengan desain interior muda Indonesia, Mita Lukardi.

Akan hadir kain-kain ulos lengkap dengan instalasi dekor yang menceritakan secara detil mengenai tahapan kehidupan.

“Salah satu instalasi modern yang ada di pameran adalah motif Ulos yang tertuang di anyaman rotan sepanjang 25 meter," kata Devi.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya, menilai Ulos adalah kebanggan Indonesia.

Pembuatan kain ulos. Kain Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang sangat cantik, biasanya dipakai pada acara adat atau keagamaan. DOK. Kemenpar Pembuatan kain ulos. Kain Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang sangat cantik, biasanya dipakai pada acara adat atau keagamaan.

“Ulos, tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna. Ulos juga disebut sebagai representasi dari semesta alam. Di masa lampau, perempuan-perempuan Batak bangga menenun, memakai, dan mewariskannya kepada keluarga sebagai suatu pusaka,” kata Arief.

Selain itu kata dia, kain ulos tidak mudah lekang dengan panas, dan tidak lapuk dari hujan. Keistimewaan lainnya, ditemukan fakta bahwa ulos salah satu peradaban tertua di Asia.

Adapun pameran ini dilakukan untuk melestarikan budaya, juga menanamkan rasa cinta terhadap kain tenun ulos kepada generasi muda. `


Komentar
Close Ads X