Kompas.com - 19/09/2018, 15:02 WIB
Sejumlah wisatawan mengunjungi kawasan Pura Besakih di Karangasem, Bali, Senin (2/7/2018). Kunjungan wisatawan ke kawasan Pura Besakih menurun 50 persen menjadi sekitar 400 pengunjung per hari pasca peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFSejumlah wisatawan mengunjungi kawasan Pura Besakih di Karangasem, Bali, Senin (2/7/2018). Kunjungan wisatawan ke kawasan Pura Besakih menurun 50 persen menjadi sekitar 400 pengunjung per hari pasca peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung beberapa hari terakhir.

DENPASAR, KOMPAS.com – Kabupaten Karangasem, Bali menjadi perhatian dunia selama Gunung Agung erupsi.

Kabupaten yang terletak di Timur Bali ini dijuluki "Bumi Lahar" karena sejarah dan perkembangan yang tidak lepas dari dinamika kehidupan di sekitar Gunung Agung. Termasuk perkembangan budaya, spiritual dan tentu saja perekonomian masyrakatnya.

Sebagaimana halnya kabupaten lain di Bali, Karangasem dalam perkembangannya juga tidak lepas dari dunia pariwisata. Walau belum sepopuler wilayah lain, namun Karangasem memiliki karakter sendiri dalam mengemas industri pariwisatanya.

Baca juga: Lima Pantai Cantik di Karangasem Bali

Mengusung tema “Karangasem The Spirit Of Bali”, Karangasem ingin menampilkan pariwisata yang mengedepankan identitas orisinalitas Bali.

Ditemui di ruang kerjanya, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menjelaskan konsep Karangasem the spirit of Bali. Menurutnya dalam mengembangkan sebuah wilayah tentu ingin berkembang dari fase pra-industri menuju industri.

Warga membuat tenun geringsing di Desa Adat Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (3/2/2018).  Produksi tenun kain geringsing buatan tangan menjadi andalan desa ini.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Warga membuat tenun geringsing di Desa Adat Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (3/2/2018). Produksi tenun kain geringsing buatan tangan menjadi andalan desa ini.
Setelah industri maju kemudian bergerak menuju fase post-industry, dimana masyarakatnya kembali mencari nilai-nilai spiritual, kembali ke alam dan mencari ketenangan. Sumbernya pada nilai-nilai orisinal atau spiritual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 10 Hal Wajib Diketahui Sebelum Liburan ke Karangasem Bali

Karangasem tidak seperti daerah kebanyakan yang sedang berlomba-lomba menuju fase industri, melainkan Karangasem justru sedang berupaya memperkuat rasa percaya diri baik pemerintah dan seluruh warganya untuk langsung menuju fase post-industri.

Hal ini dasari oleh pemikiran bahwa pada fase dimana orang-orang mengedepankan kebahagiaan, kedamaian, dan otentisitas. Itulah sejatinya kekuatan dari Kabupaten Karangasem.

Baca juga: Berkunjung ke Taman Ujung di Karangasem, Bali

“Jadi Karangasem dengan segala potensi wisata berbasis spiritual ingin mengembangkan pariwisata yang berbasis nilai sebagaimana warga Karangasem yang dekat dengan alam dan spiritual,” kata Sumatri.

Ribuan orang memadati balai banjar Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (15/7/2014). Mereka begitu antusias menyaksikan tradisi Mekare-karean atau Perang Pandan.TRIBUN BALI/SAIFUL ROHIM Ribuan orang memadati balai banjar Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (15/7/2014). Mereka begitu antusias menyaksikan tradisi Mekare-karean atau Perang Pandan.
Di Karangasem sendiri terdapat obyek-obyek wisata spiritual, heritage dan lainnya yang cukup mendunia. Di antaranya Pura Besakih, Telaga Waja, Taman Ujung, Candidasa, Tirta Gangga, Desa Tenganan, Labuan Amuk, Pura Lempuyang, Bukit Asah, Pelukatan Jaga Satru dan Gunung Agung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.