Uniknya Bingata, Kimono Khas Okinawa yang Terpengaruh Batik Indonesia

Kompas.com - 19/09/2018, 20:21 WIB
Seorang penari mengenakan Bingata, kimono khas Okinawa. KOMPAS.com/SABRINA ASRILSeorang penari mengenakan Bingata, kimono khas Okinawa.

NAHA, KOMPAS.com - Ada yang khas dari bingata, kimono khas Okinawa, Jepang. Warna yang colorful serta corak yang lebih besar dan variatif menjadi ciri khasnya.

Coraknya tak hanya bunga sakura seperti kimono pada umumnya. Motif tumbuhan hingga binatang mempercantik kain kimono dari Okinawa ini.

Sekilas, kamu akan merasa familiar melihat Bingata itu. Yap, motifnya mirip sekali dengan gaya batik pesisir Jawa. Adakah kaitannya batik Indonesia dengan Bingata Okinawa?

Ternyata ada.

Pemandu wisata, Ai Munakatta, mengungkapkan pengaruh itu muncul saat transaksi dagang antara orang Okinawa dan orang Indonesia pada abad ke-15. Orang Indonesia datang ke Okinawa yang menjadi salah satu jalur perlintasan jalur sutra.

Pada saat itu, sistem barter masih populer dilakukan. Orang Indonesia kerap menggunakan kain batik sebagai alat barter. Kain batik ini yang kemudian mempengaruhi motif kimono yang ada di Okinawa.

"Terutama kalau lihat ada motif bunga-bunga yang agak besar, ini dari Indonesia. Jadi banyak persamaannya batik Indonesia dengan kimono Okinawa," ujar Ai.

Baca juga: 10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Pergi ke Okinawa Jepang

Tak hanya motif, pengaruh lainnya yang dibawa pedagang Indonesia juga sampai ke teknik pembuatan bingata layaknya membuat batik celup.

Untuk teknik pewarnaannya, bingata Okinawa menggunakan material dari alam seperti kapur tanah atau bubuk kerang untu warna putih. Sementara warna lainnya bisa memggunakan material dari alam Okinawa seperti cochineal, vermilion, arsen, dan sulfur.

Kasta dalam bingata

Kostum bingata kerap digunakan dalam acara-acara formal kerajaan, kostum menari, hingga kostum bagi utusan raja. Bingata biasa digunakan keluarga raja, bangsawan, hingga rakyat biasa. Namun, ada perbedaan warna dan corak antara kasta-kasta itu.

Warna kuning dengan motif besar dan lebih berani biasanya digunakan oleh keluarga raja. Sementara warna biru digunakan oleh kaum bangsawan. Rakyat biasa menggunakan bingata dengan motif yang sederhana dan warna yang lebih pucat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X