Kompas.com - 21/09/2018, 12:09 WIB

Nila Tanzil adalah pendiri Taman Bacaan Pelangi. Taman Bacaan Pelangi sudah secara resmi terdaftar sebagai yayasan dengan nama “Yayasan Pelangi Impian Bangsa” pada tahun 2013.

Ketika saya berada di kamar hotel dan menyiapkan berbagai perlengkapan liputan yang dikeluarkan dari tas, HP berdering. Seorang staf Taman Bacaan Pelangi bernama Monik Harahap mengajak untuk menikmati matahari terbenam di Pantai Ria Ende bersama teman-teman lainnya.

Sebuah tawaran menarik. Saya setuju. Pukul 16.30 Wita, rombongan yang terdiri wartawan Kompas, Liputan6.com Jakarta dan KompasTravel bersama dengan staf Taman Bacaan Pelangi menuju ke Pantai Ria Ende di Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara.

Selain jurnalis, ada juga ibu dari Nila Tanzil, Yuriah Tanzil bersama cucunya, Sienna, staf Taman Bacaan Pelangi, Fina dan Monik Harahap.

Tiba di Pantai Ria, kami duduk di kafe sambil menyantap makanan ringan. Sementara di pantai diramaikan anak-anak bermain sepak bola. Pantai Ria adalah pantai terpanjang di Kabupaten Ende yang berada di selatan Pulau Flores.

Sambil menikmati kopi flores yang disuguhkan oleh pelayan kafe, ingatan saya kembali merenungkan Bung Karno yang diasingkan di Kota Ende pada rentang waktu 14 Januari 1934 sampai dengan 18 Oktober 1938.

Perlahan-lahan sang surya tenggelam di ufuk barat. Terbayang dalam ingatan saya bahwa saat itu Pantai Ria belum dipadati gedung-gedung perkantoran dan rumah-rumah warga serta bangunan untuk menjual berbagai bahan perdagangan, restoran, rumah makan dan lain sebagainya.

Selama empat tahun Bung Karno menikmati keindahan dan keunikan matahari terbenam di Pantai Ria Ende. Akhirnya dalam permenungan saya berkesimpulan bahwa Soekarno bersama keluarganya sangat menikmati keindahan alam Kota Ende.

Bahkan, di bawah pohon sukun, Bung Karno merenungkan dasar negara atau lima mutiara untuk Indonesia kelak. Dasar negara itulah yang kemudian dikenal dengan Pancasila. 

Selanjutnya saya mengabadikan keindahan senja di Pantai Ria. Saat itu juga nelayan Ende bersiap-siap ke laut untuk mencari ikan. Matahari kembali ke peraduannya di balik bukit dan gunung yang berada di sekitar Pantai Ria sejauh mata memandang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.