Kompas.com - 21/09/2018, 14:27 WIB
Ilustrasi bayi di tempat kemah. www.winfieldsoutdoors.co.ukIlustrasi bayi di tempat kemah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas luar ruang seperti berkemah juga dapat dilakukan bersama bayi. Namun baiknya Anda menunggu sampai bayi berusia satu tahun ke atas.

Perusahaan retail barang luar ruang asal Inggris, Windfields Outrdoors memberi sembilan kiat berkemah dengan bayi.

Tips ini dapat dilakukan agar keluarga muda dapat tetap berwisata di luar ruang sekaligus memperkenalkan lingkungan kepada anak sejak dini. Berikut tipsnya:

1. Berpikir realistis

Jika Anda sebelumnya tipe yang suka berkemah di alam liar atau justru belum pernah berkemah sama sekali, mulailah berpikir realistis untuk memilih lokasi kemah yang ramah anak.

2. Pertimbangkan glamping

Tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan pilihan berkemah nyaman dengan harga yang lebih mahal. Jika menurut Anda berkemah dengan tenda tidak nyaman bagi anak, pilihlah glamping dengan fasilitas seperti kasur dan kamar mandi permanen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Pilih pijakan kemah yang datar

Bagi orang dewasa, lokasi kemah dengan tanah bergelombang mungkin tidak begitu bermasalah. Namun ketika berkemah bersama bayi, pastikan memilih tanah datar baik untuk tempat tenda maupun ruang gerak sekitar bayi.

Khususnya bagi bayi yang masih belajar merangkak, sangat penting untuk memilih pijakan datar.

4. Investasi di alas tenda

Ada alas tenda bernama karpet tenda, yang lebih nyaman serta lebih hangat bagi bayi untuk merangkak. Jika tidak ada alas tenda, matras lebar dengan ketebalan yang cukup juga baik untuk ruang gerak bayi.

5. Bawa pakaian hangat

Pastikan untuk membawa pakaian hangat bagi bayi dan diri Anda. Jaga agar suhu badan bayi tetap hangat. Bisa juga memakaikan topi hangat kepada bayi di malam hari.

6. Bawa bantal

Membawa bantal bukan ide buruk. Bisa digunakan sebagai alas tidur bayi atau ganjalan saat menyusui bayi.

7. Berinteraksi dengan tetangga kemah

Membawa bayi memiliki resiko bayi menangis. Maka dari itu penting saat berkemah untuk berinteraksi dengan baik bersama tetangga kemah.

8. Jaga bayi agar tidak kurang minum

Aktivitas luar ruang terkadang membuat orang dewasa kurang minum atau dehidrasi. Membawa bayi berarti butuh perhatian ekstra soal waktu memberi minum, apalagi jika bayi belum bisa berbicara meminta minum. Ketahui gestur saat bayi memberi sinyal haus.

9. Nikmati momen

Hal yang terpenting dan tidak boleh dilupakan adalah tetap menikmati acara kemah. Jika Anda, keluarga, dan bayi menikmati aktivitas luar ruang ini, maka kemungkinan besar aktivitas luar ruang selanjutnya dapat dilakukan dengan mudah.

Jangan remehkan kemampuan bayi untuk beradaptasi dengan lingkungan. Selamat bersenang-senang!



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Wisata Wonogiri yang Tutup Sementara per 16 Juni 2021, Jangan Kecele

6 Wisata Wonogiri yang Tutup Sementara per 16 Juni 2021, Jangan Kecele

Travel Update
Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Travel Update
Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Travel Update
Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Travel Update
Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Travel Update
Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Travel Update
Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Jalan Jalan
Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Travel Update
Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Travel Update
Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Travel Update
Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Jalan Jalan
Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Travel Tips
Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Travel Update
Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Travel Tips
Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X