Akhir Pekan ini Yuk Ke Semarang, Ada Festival Kota Lama

Kompas.com - 22/09/2018, 21:30 WIB
Pesona Greja Blenduk dan Taman Srigunting, Kota Lama Semarang, Rabu (28/3/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAPesona Greja Blenduk dan Taman Srigunting, Kota Lama Semarang, Rabu (28/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Festival Kota Lama Semarang kembali digelar tahun ini pada 20-23 September 2018. Festival tahun ini mengangkat keberagaman sejarah yang hadir di Semarang sejak zaman kolonial.

Jejak-jejak sejarah kolonial Belanda, Jawa, Tionghoa, Arab, dan Melayu yang sudah puluhan tahun ada di Semarang diangkat menjadi tema acara.

Dalam acara ke tujuh kalinya ini akan diselenggarakan lebih meriah karena menghadirkan banyak ragam acara.

Festival Kota Lama mengangkat ragam budaya yang melegenda di Semarang. Pada tahun ini, bazar festival juga menyajikan ragam kuliner dan produk akulturasi budaya, seperti kopi arab, gandjelrel, jamu jun yang sampai saat ini masih eksis di Semarang.

"Kami sajikan pameran kuliner dan produk itu yang berasal dari akulturasi budaya di Semarang. Arab, Melayu, China, Belanda itu menghasilkan banyak warisan di Semarang," tutur Jenny, Ketua Oen Foundation, penyelenggara Festival Kota Lama Semarang, dalam siaran tertulis kepada KompasTravel, Kamis (20/9/2018).

Festival Kota Lama setiap harinya akan digelar mulai pukul 16:00 hingga 22:00 WIB, kecuali di hari Minggu yang dimulai lebih awal pukul 12.00 di Kawasan Kota Lama Semarang.

"Meski sedang ada pembangunan fasilitas di kawasan Kota Lama Semarang, festival ini tetap digelar dengan banyak bazar dan pameran. Hanya saja, tempat acara bergeser ke timur dari tempat tahun kemarin, tepatnya di Jalan Cendrawasih, di depan Gereja Gereja Gedangan.

"Kami ingin Festival Kota Lama kali ini menjadi sebuah cawan di mana kangen kenangan bukan sekedar kangen-kangenan, pulang bawa kenang-kenangan. Datanglah, akan ada banyak hal yang membangkitkan kenangan selama berlangsungnya acara," kata Jenny.

Menurutnya festival ini tidak hanya untuk yang sudah berumur, tetapi juga dapat dinikmati untuk remaja milenial hingga anak-anak. Banyak kuliner yang ramah anak, spot swafoto, hingga permainan-permainan menarik untuk semua usia.

"Semua orang dapat menikmati lumpia, makan lekker, bermain mainan tradisional, dan masih banyak lagi. Di samping untuk melepas kerinduan, (acara) ini sekaligus dapat menjadi kesempatan merekatkan antar generasi, bahkan transfer ilmu," tutur Jenny.

Beberapa rangkaian acara yang akan diselenggarakan mulai Pameran Kangenan, yang memampang kekhasan Semarang disertai informasi menarik, lalu beragam atraksi menghibur dan pernak pernik, Pasar Sentiling yang menjual ragam kuliner legenda, Jelajah Kota Lama, Temu Pusaka Indonesia, dan Pekan Film Semarang.

"Ada penampilan musik jazz dari Nial Djuliarso, Ten2five, dan Tohpati. Kami juga akan membawa Bonlancung, kampung pembuatan kulit lumpia terbesar yang ada di Indonesia," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X