Kompas.com - 24/09/2018, 11:35 WIB
Dinas Kebudayaan DIY menggelar Festival Upacara Adat Tradisional antar kabupaten/kota se-DIY 2018. Helatan tersebut dilaksanakan di Alun-alun Wates, Minggu (22/07/2018). KOMPAS.com/DANI JDinas Kebudayaan DIY menggelar Festival Upacara Adat Tradisional antar kabupaten/kota se-DIY 2018. Helatan tersebut dilaksanakan di Alun-alun Wates, Minggu (22/07/2018).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Novel “Api di Bukit Menoreh” (ADBM) cerita silat terkenal bikinan anak bangsa, SH Mintardja, ini berlatar kerajaan Mataran Islam.

Mintardja lebih dikenal sebagai penulis cerita silat dengan latar belakang kerajaan-kerajaan di Indonesia pada masa lampau. Produktivitas menulis Mintardja membuat dirinya disetarakan dengan Asmaraman S Kho Ping Hoo yang terkenal sebagai penulis cerita silat China.

ADBM merupakan kisah yang pernah terbit hingga ratusan episode di harian Kedaulatan Rakyat (KR) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Cerita bersambung ini menjadi bagian yang tidak terlewatkan bagi masyarakat Yogyakarta pada umumnya.

Kini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Kebudayaan berniat mengangkat cerita ADBM ini ke dalam pertunjukan sendratari kolosal. Rencananya, sendratari ini akan dipertontonkan untuk pertama kali pada penghujung Menoreh Art Festival (MAF) 2018, Minggu, 27 Oktober 2018.  

Baca juga: Jalur Bedah Menoreh Kulon Progo Ditargetkan Selesai pada 2022

MAF sendiri merupakan pagelaran seni dan budaya yang berlangsung secara marathon sepanjang 7-28 Oktober 2018 untuk memeriahkan hari ulang tahun yang ke-67 Kulon Progo.

“Maka, akhir dari pergelaran hari jadi akan dipentaskan kolosal Api di Bukit Menoreh. Hari jadi ini kita tutup dengan sendratari,” kata Untung Waluyo, Kepala Disbud Kulon Progo, Sabtu (23/9/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menikmati Keasrian Air Terjun Kedung Pedut di Kulonprogo

Ide mengangkat ADBM jadi sendratari berawal dari kata “Menoreh”. Kata itu identik dataran tinggi Kulon Progo yang disebut Bukit Menoreh di mana di sana berbatasan antara Purworejo, Magelang, dan Kulon Progo sendiri. “Karena ada kata Menoreh, maka kita ambil posisi,” kata Untung.

Namun mencipta sendratari dari kisah ini bukan perkara mudah. Disbud melibatkan anak dari Mintardja, beberapa budayawan, hingga para pakar pertunjukan, untuk mewujudkan konsep sendratari ini.

Ia mengharapkan, sendratari ADBM nanti bisa menonjolkan semangat daerah masyarakat Kulon Progo dalam membangun. Tokoh-tokohnya tetap berdasar tulisan cerita yang ada.

Sendratari ADBM dibikin dalam 6 episode. Untung mengharapkan hasilnya bisa serupa teater di mana ada tembang, tari, gerakan, dan pengenalan karakter tokoh dalam ADBM.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Jalan Jalan
Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Jalan Jalan
9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

Travel Tips
3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Travel Update
Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

Travel Update
5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

Travel Tips
Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Travel Update
Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary
Obyek Wisata di Sekitar Nawang Jagad Kaliurang, Ada Museum Gunungapi Merapi

Obyek Wisata di Sekitar Nawang Jagad Kaliurang, Ada Museum Gunungapi Merapi

Jalan Jalan
Garuda Wisnu Kencana Bali Buka Lagi, Hanya Saat Akhir Pekan

Garuda Wisnu Kencana Bali Buka Lagi, Hanya Saat Akhir Pekan

Travel Update
6 Oleh-oleh Makanan Khas Banjarmasin, Ada Sambal Acan

6 Oleh-oleh Makanan Khas Banjarmasin, Ada Sambal Acan

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.