Jelajah Chiang Rai, dari 'Mabuk' Opium hingga Belanja di Night Bazaar

Kompas.com - 25/09/2018, 12:24 WIB
Wisatawan Indonesia berfoto bersama di monumen Golden Triangle, Chiang Rai, Thailand. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOWisatawan Indonesia berfoto bersama di monumen Golden Triangle, Chiang Rai, Thailand.

CHIANG RAI, KOMPAS.com - Provinsi Chiang Rai, Thailand, memang bukan destinasi utama para pelancong. Mereka lebih banyak menikmati glamornya Bangkok, eksotisnya Phuket atau keramahan Pattaya.

Namun, siapa sangka di provinsi paling utara di Thailand dengan luas 11.678 kilometer persegi itu menawarkan sejumlah destinasi wisata yang tidak kalah memikat dibandingkan daerah lain di Negeri Gajah Putih ini.

Berikut beberapa destinasi wisata yang dirangkum Kompas.com berdasarkan perjalanan pada 23 September 2018 :

1. Golden Triangle

Golden Triangle merupakan salah satu daerah di Chiang Rai yang berbatasan dengan Laos dan Myanmar. Hanya Sungai Mekong yang menjadi pagar alami bagi ketiga negara itu.

Dari pusat kota, Golden Triangle dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dengan kendaraan sendiri. Apabila menggunakan angkutan umum dengan harga 50 Baht per orang, anda dapat mengaksesnya dengan selisih sekitar 30 hingga 45 menit lebih lama.

Pemandangan Golden Triangle, Thailand. Sebelah kiri merupakan daratan negara Myanmar. Sementara sebelah kanan merupakan datatan negara Laos.KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Pemandangan Golden Triangle, Thailand. Sebelah kiri merupakan daratan negara Myanmar. Sementara sebelah kanan merupakan datatan negara Laos.
Ada sejumlah aktivitas yang dapat dilakukan di Golden Triangle. Mulai dari sekadar berfoto ria dengan latar belakang dua negara, berbelanja pernak-pernik hingga berjudi. Ya, berjudi.

Pemandu kami, Nuanwan Hansanawin menjelaskan, terdapat sejumlah kasino di wilayah Laos.

"Biasanya, orang Thailand menaiki boat melalui Sungai Mekong ke wilayah Laos untuk berjudi dan berbelanja. Di sana, banyak kasino besar. Bahkan, sedang ada pembangunan kasino yang lebih besar," ujar wanita yang akrab disapa Ning itu.

Namun, ia tidak menyarankan wisatawan ikut-ikutan ke sana. Sebab, selain berkaitan dengan persoalan keamanan, syarat administrasi yang harus dipenuhi cukup sulit.

"Saya takut apabila anda ke sana dan kalah, tidak bisa pulang ke sini (Thailand) lagi," ujar dia sembari tertawa.

Suasana toko asesoris di Golden Triangle, Provinsi Chiang Rai, Thailand.KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Suasana toko asesoris di Golden Triangle, Provinsi Chiang Rai, Thailand.
Pada masa lampau, Golden Triangle rupanya memiliki sejarah kelam. Sekitar tahun 1950, area pegunungan di daerah itu dipenuhi ladang bunga poppy alias opium. Golden Triangle pun menjelma menjadi titik perdagangan opium dari ketiga negara.

Dari sana, opium didistribusikan ke penjuru negeri menggunakan kapal laut, hingga ke negara -negara barat. Bahkan, pasokan opium dari Golden Triangle ini memenuhi 75 persen kebutuhan opium di dunia pada saat itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X