Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/09/2018, 14:16 WIB
Silvita Agmasari,
Sri Anindiati Nursastri

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sore hari, saat matahari di Palu, Sulawesi Tengah mulai bersahabat, Kota Khatulistiwa ini mulai ramai dengan penduduk yang keluar menikmati hari.

Di Jalan Cumi Cumi, para ibu mulai membuka lapak. Sederhana, hanya perlu satu tungku dan meja kecil untuk tempat piring.

"Ini namanya tabaro dange. Ini dari sagu ada isinya bisa ikan atau gula," kata penjual tabaro dange, Ardiah saat ditemui KompasTravel di sela acara kunjungan KFC Indonesia untuk gerakan peduli lingkungan, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/9/2018).

Ardiah lantas mulai membuatkan tabaro dange. Ia mulai mengambil sabu bubuk kasar, dan meratakan di piring tanah liat yang dibakar di tungku. Sekitar 30 detik, ia mulai menekan sagu yang dibakar dengan piring tanah liat lain.

Setelah sagu mulai terlihat liat dan tercetak di piring, Ardiah lantas menambahkan isian yang saya pilih. Suwiran ikan dengan saus sambal pedas.

Camilan khas Palu, Sulawesi Tengah, Tabaro Dange.Kompas.com/Silvita Agmasari Camilan khas Palu, Sulawesi Tengah, Tabaro Dange.

Ketika sagu mulai tampak menguning, Ardiah lantas melipat tabaro dange jadi setengah lingkaran. Mengingatkan saya akan bentuk leker di Jawa. Apalagi diamaternya juga hampir mirip, sekitar 10 sentimeter.

Dari penampilannya tabaro dange terlihat keras dan garing, tetapi jika disantap teksturnya ternyata sangat lembut! Ada tekstur liat dari sagu yang hangat tetapi mudah dikunyah.

Rasa sagunya gurih dan manis, ditambah isian suwiran ikan sambal ternyata membuat sagu jadi tambah nikmat. Masing-masing pembeli punya selera. Jika sedang ingin makan tabaro dange gurih maka cocok menyantap isi suwiran ikan sambal. Jika ingin menyantap yang manis masa isian gula merah yang cocok.

Camilan khas Palu, Sulawesi Tengah, Tabaro Dange.Kompas.com/Silvita Agmasari Camilan khas Palu, Sulawesi Tengah, Tabaro Dange.

Namun satu yang pasti, tabaro dange cocok disantap selagi hangat. Jika dalam kondisi dingin, tekstur sagu akan keras dan sulit dikunyah.

Maka tak heran, para penduduk Palu biasanya menyantap taboro dange langsung di tempat dengan pemandangan Teluk Palu. Satu tabaro dange dihargai Rp 5.000. Camilan ini termasuk mengenyangkan karena bahannya dari sagu dan diameter yang sedang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com