Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/09/2018, 12:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Minum teh sama halnya dengan kopi. Ada metode yang dapat dilakukan agar menambah nikmat dan khasiat teh saat diminum.

"Hal yang harus diperhatikan adalah air panas, daun teh, dan alat yang digunakan seperti teko," jelas Tea Master, Suwarni saat acara workshop Siangming Tea dan Kopi Oey di Kopi Oey Sabang, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Setelah siap dengan peralatan menyeduh teh, Suwarni mulai menyiram teko dan cangkir dengan air panas. Hal ini dimaksud agar suhu luar dan dalam dari teko serta cangkir sama.

Kemudian yang dilakukan adalah mengambil teh kering yang dengan sendok.

"Usahakan dengan sendok karena jika tangan berbau atau kotor akan memengaruhi rasa teh," jelas Suwarni.

Masing-masing teh juga memiliki ketentuan suhu air panas untuk menghasilkan rasa terbaik. Lebih mudahnya, Suwarni menjelaskan teh berwarna gelap seperti teh hitam butuh disiram air panas dengan suhu 100 derajat celcius.

Untuk teh dengan warna cerah seperti teh putih, kuning, dan hijau butuh suhu air sekitar 70-80  derajat celcius.

Seperti yang dipraktikkan oleh Suwarni, teh pu erh butuh disiram air panas 100 derajat celcius. Lantas didiamkan selama 30 detik baru boleh dituang ke cangkir dan diminum.

Saat meminum teh juga ada cara tersendiri. Menyeruput teh adalah cara yang disarankan, karena selain memberi udara agar tidak terlalu panas, menyeruput juga membuat air teh mengenai seluruh bagian gusi.

"Minum teh jangan langsung ditelan. Rasakan dulu dan kenakan ke semua gusi agar bekerja maksimal untuk membersihkan plak gigi juga,"

Bagi para penikmat teh tak ada salahnya untuk mempraktikkan tradisi Kungfu Cha, yang sebenarnya terangkum dalam metode di atas.

Proses penghitungan waktu dalam menyeduh teh dapat melatih sesoeorang untuk lebih berkonsentrasi, fokus dengan apa yang dilakukan saat itu. Kungfu Cha juga dapat menjadi sarana meditasi di hari yang membuat penat.

Selesai menyeduh teh, jangan lupa untuk membersihkan teko dan cangkir teh hanya dengan air tanpa sabun. Khususnya teko dan cangkir teh dari tanah liat, dapat menyerap segala kimia termasuk sabun yang dapat memengaruhi rasa teh berikutnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Jalan Jalan
565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

Travel Update
Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Travel Promo
Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Travel Update
Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Travel Promo
Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Jalan Jalan
Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Travel Update
NuArt Sculpture Park Bandung: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

NuArt Sculpture Park Bandung: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Target Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Naik Jadi 10 Juta

Target Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Naik Jadi 10 Juta

Travel Update
Panduan Lengkap ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Panduan Lengkap ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Travel Tips
Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Travel Tips
Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Travel Update
Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Travel Update
Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+