Yuk ke Karimunjawa, Ada Festival Budaya Sepekan Penuh

Kompas.com - 26/09/2018, 14:10 WIB
Para wisatawan menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling saat mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah satu atraksi yang dapat dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung ke Karimunjawa. KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOPara wisatawan menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling saat mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah satu atraksi yang dapat dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung ke Karimunjawa.

SEMARANG, KOMPAS.com – Pulau Karimunjawa, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terus bersolek menyambut sejumlah wisatawan untuk berlibur di pulau tersebut. Salah satu yang telah dipersiapkan di tengah pekan ini yaitu Festival Karimunjawa 2018.

Ya, Festival Karimunjawa digelar perdana mulai tahun 2018 dengan berbagai kegiatan. Festival digelar mulai 25 September hingga 30 September 2018.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Alamsyah, menerangkan Festival Karimunjawa secara khusus digelar untuk memeriahkan kegiatan di pulau terindah di Jawa Tengah itu.

“Festival Karimunjawa ini yang pertama. Ini tidak lepas karena Karimunjawa telah ditetapkan Kemenpar sebagai kawasan strategis pariwisata nasional,” kata Alamsyah, di Semarang, Selasa (25/9/2018).

Baca juga: Berani Foto dengan Ikan Hiu di Karimunjawa?

Ada empat destinasi wisata di Jawa Tengah yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional. Selain Karimunjawa, tentunya ada Borobudur, Sangiran dan Dieng.

Festival ini digelar untuk menambah minat wisatawan domestik ataupun mancanegara berkunjung ke wilayah ini.

Baca juga: Bukit Love di Karimunjawa, Eksotis dan Melegenda

Berdasar data dinas pariwisata pada 2017, Karimunjawa adalah salah satu destinasi wisata alam yang menarik didatangi wisatawan asing. Karimunjawa bahkan menyumbang prosentase mencapai 24,15 persen dari total wisatawan masuk di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Jawa Tengah, Alamsyah, memberi keterangan terkait pembukaan Festival Karimunjawa 2018, Selasa (25/9/2018). Festival Karimunjawa dilaksanakan pada 25-30 September 2018.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Jawa Tengah, Alamsyah, memberi keterangan terkait pembukaan Festival Karimunjawa 2018, Selasa (25/9/2018). Festival Karimunjawa dilaksanakan pada 25-30 September 2018.
“Daya Tarik wisata alam disukai wisatawan mancanegara, dan Karimun itu nomor dua setelah Dieng, Karimun. Karimun ini salah satu idola dari wisatawan mancanegara,” ujarnya, menjelaskan alasan mengadakan festival Karimunjawa.

Baca juga: Berwisata Asyik di Karimunjawa...

Lebih lanjut, sejumlah agenda yang disiapkan adalah agenda yang rutin dilaksakan di wilayah itu, yaitu kegaitan berbasis budaya. Pemerintah mencoba mengangkat tradisi lokal untuk diperkenalkan secara global.

“Tradisi masyarakat sekitar misal Haul Sunan Nyamlungan, dan Barikan Kubro. Kegiatan itu sudah bertahan dalam tradisi di Karimunjawa. Lalu ada sail Karimun. Event seperti itu kami difasilitasi diperbesar skalanya untuk ‘dijual’ ke skala internasional dan masuk di wonderful Indonesia,” tandasnya.

Pemerintah sendiri menarget ada 15.000 wisatawan yang berkunjung saat gelaran festival itu. Lantaran kegaitan berlangusng selama hampir sepekan, pemerintah berharap masa tinggal wisatawan di kawasan itu dapat lebih lama.

“Festival Karikunjawa lalu nanti Sail Karimun ini untuk menarik wisatawan baik mancanegara dan nusantara agar lebih lama tinggal disana. Saat ini lama masa tinggal mengalami penurunan. Kalau kunjungan mengalami peningkatan 30 persen,” tandasnya.

Festival Karimunjawa dimulai pada hari ini dengan agenda Sapta Pesona, kemudian pada Rabu (26/9/2018) digelar Pentas Wayang Kulit, kemudian pada Kamis (27/9/2018) ada gelaran ekspo produk unggulan dan festival kuliner, workhsop dan lomba perahu hias, workshop pariwisata, tari dan music kesenian bunga Jabe, dan performing art.

Para wisatawan menikmati momen-momen matahari terbenam setelah snorkeling di Laut Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). PT Pelni menawarkan pilihan wisata bahari seperti ke Karimunjawa menggunakan kapal feri.KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Para wisatawan menikmati momen-momen matahari terbenam setelah snorkeling di Laut Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). PT Pelni menawarkan pilihan wisata bahari seperti ke Karimunjawa menggunakan kapal feri.
Pada Jumat (28/9/2018), ada kegaitan Senam maumere, lomba menyanyi, ekspo produk karimunjawa, lomba blogger dan fotografi, sarasehan Sail 2018, lomba mancing, reog barongan dan pentas musik. Pada Sabtu (29/9/2018), digelar lomba menyanyi, tari Egreg Pesisiran, hingga CongRock –Reagee Beach.

Di hari terakhir, Minggu (30/9/2018), ada gelaran musik campursari, walking fun beach Karimunjawa, dan Lawak Jawa. Di penghujung acara ada pembagian hadiah dan dorprise bagi wisatawan yang beruntung. (K93-14)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X