Kompas.com - 28/09/2018, 10:03 WIB
Panorama langit dan laut di Pantai Kuta, Bali Jumat (17/2/2017). KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQPanorama langit dan laut di Pantai Kuta, Bali Jumat (17/2/2017).

BADUNG, KOMPAS.com - Berwisata ke Kuta Bali, Anda akan melihat wisatawan mancanegara asal Australia mendominasi baik di jalan, mal, hingga peginapan. Selain Australia, ada juga Eropa, China, India, hingga Indonesia.

Tentunya berbagai wisatawan tersebut punya karakter unik tersendiri. Marketing Commuication Bali Dynasti Resort, Albert Priyatama mengatakan wisatawan Australia masih yang paling banyak mendominasi di penginapannya, juga di Kuta.

Mereka terbiasa berlibur dan menginap bersama keluarga, di satu tempat saja dalam jangka waktu 5-10 hari. Namun, ada waktu-waktu tertentu saat mereka ramai membawa sanak keluarganya, tidak sepanjang tahun.

"Wisata Australia itu liburannya tengah September ke awal Oktober, sekarang ini. Mereka pasti liburan bareng keluarga bisa sampai dua mingguan," kata Albert pada KompasTravel, (28/9/2019).

Baca juga: Jangan Mengaku Pernah ke Bali jika Belum Mengunjungi Patung GWK

Dalam dua minggu tersebut, mereka bisa menghabiskan waktu di dalam penginapan dengan berbagai aktivitas pelengkapnya, seperti kolam renang, kids club, art class, water sport, hingga berbagai lomba yang diadakan peginapan.

"Nanti di hari ketiga-keempatnya baru mereka mulai keluar, nyari aktivitas wisata lain seperti Bali Zoo, belanja, atau yang lain. Jadi 80 persen harinya ada di resort," tutur Albert.

Tidak heran mereka lebih memilih memesan kamar penginapan lewat website, walau harganya tinggi tetapi mendapat berbagai fasilitas lebih, yang belum termasuk jika Anda beli di agen wisata.

Baca juga: Mengenal Karangasem, “The Spirit Of Bali”

Selain itu, yang tidak kalah uniknya, wisatawan Australia suka berbagi makanan kepada staf hotel, seperti soft drink, snack yang ia beli di minimarket. Hal tersebut terjadi karena kedekatan mereka dengan staf, terutama wisatawan yang berulang datang ke Kuta di satu penginapan.

"Memang ramah wisatawan Australia dibanding beberapa wisatwan negara lain yang ke Kuta. Jam 10 (malam) sudah pada masuk kamar, gak gaduh karena ada peraturannya, respect mereka. Keluar paling beli camilan," jelas Albert.

Baca juga: Waterpark Terbaik se-Asia Ada di Bali

Kebiasaan tersebut, sedikit berbeda dengan wisatawan China yang sangat jarang meghabiskan waktu di penginapan. Mereka hanya menggunakan penginapan di Kuta untuk tidur, keluar di pagi hari, dan kembali rata-rata pukul 22.00.

Wisatawan surfing di Pantai Kuta KOMPAS.com/SRI LESTARI Wisatawan surfing di Pantai Kuta
"Wisatawan China, mereka hampir semua pakai tour travel, jadi setiap harinya udah di jadwal, berangkat ke mana, trip ke mana. Jadi keluar pagi, pulang jam 10-an (malam) rata-rata," kata Albert.

Sedangkan wisatawan Eropa yang berada di Kuta, berdasarkan 28 tahun perjalanan Bali Dynasti Resort mereka cenderung pendiam, dan menyukai ketenangan. Mereka lebih memilih aktivitas privat, seperti spa, jogging, ataupun ke destinasi yang menenangkan.

Wurbi (30), wisatwan di Bali Dynasti Resort asal Melbourne saat ditanya KompasTravel membenarkan jika ia dan keluarganya telah beberapa kali datang ke Kuta, dan sudah merasa cocok dengan satu penginapan.

"Saya 10 hari aja pas musim liburan ini, kali ketiga di resor ini. Lumayan banyak aktivitasnya untuk keluarga," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Travel Update
Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Travel Update
Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Travel Update
Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Travel Update
6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Itinerary
Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Itinerary
Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Travel Update
Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Travel Update
Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Travel Update
Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Travel Update
Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Travel Update
Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X