Kompas.com - 29/09/2018, 09:46 WIB
Sejumlah pengendara melintas di ruas Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai usai diresmikan di Bali, Sabtu (22/9/2018). Proyek underpass yang menelan anggaran sebesar Rp 168,3 miliar itu untuk mengurangi kemacetan di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekaligus mendukung pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia pada Oktober 2018.  ANTARA FOTO/WIRA SURYANTALASejumlah pengendara melintas di ruas Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai usai diresmikan di Bali, Sabtu (22/9/2018). Proyek underpass yang menelan anggaran sebesar Rp 168,3 miliar itu untuk mengurangi kemacetan di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekaligus mendukung pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia pada Oktober 2018.

DENPASAR, KOMPAS.com - Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengatakan jalan bawah tanah atau "underpass" Simpang Tugu Ngurah Rai, Bali, yang baru dibuka akan semakin menambah kenyamanan masyarakat, termasuk wisatawan, karena memberikan efisiensi berlalu lintas.

"Untuk kepentingan pariwisata berkelanjutan, aksesibilitas memang harus prioritas utama yang harus diwujudkan," kata Ketua Asita Bali, Ketut Ardana di Denpasar, Senin (24/9/2018).

Menurut dia, kemacetan parah yang kerap terjadi di simpang tersebut kini bisa dikurangi sehingga wisatawan yang kerap melakukan tur kini tidak lagi menghabiskan sebagian waktunya di tengah jalan.

Baca juga: Jangan Mengaku Pernah ke Bali jika Belum Mengunjungi Patung GWK

Selama ini, wisatawan asing kerap mengeluhkan kemacetan yang terjadi, khususnya di kawasan utama yang mempertemukan empat titik sekaligus, Denpasar, Nusa Dua dan sekitarnya, Bandara Ngurah Rai dan Tol Bali Mandara.

Bagi turis yang berlibur di Bali selama tiga hari dua malam atau "short stay", menurut Ardana, tidak memiliki waktu yang banyak untuk menjelajahi seluruh destinasi wisata di Bali, sehingga apabila mereka terjebak kemacetan, maka sisa waktu mereka akan habis di jalan.

Pemuka agama Hindu memercikkan air suci saat Upacara Melaspas atau penyucian Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (12/9/2018). Upacara Melaspas dilakukan sebelum Underpass yang dibangun untuk mengurangi kemacetan di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai itu diresmikan dan dioperasionalkan untuk mendukung pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia pada bulan Oktober 2018ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Pemuka agama Hindu memercikkan air suci saat Upacara Melaspas atau penyucian Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (12/9/2018). Upacara Melaspas dilakukan sebelum Underpass yang dibangun untuk mengurangi kemacetan di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai itu diresmikan dan dioperasionalkan untuk mendukung pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia pada bulan Oktober 2018
"Untuk itu, jalan terowongan ini pasti diapresiasi oleh wisatawan mancanegara, terutama mereka yang sudah sering ke Bali karena ini merupakan terobosan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ardana mengharapkan sejumlah akses jalan lain di Bali juga perlu pembenahan atau pengaturan lalu lintas yang lebih optimal karena masih ada simpul-simpul kemacetan, diantaranya perempatan arah Pelabuhan Benoa, Tohpati dan beberapa akses lain.

Meski demikian, tambah Ardana, pihaknya memahami pemerintah tentunya memiliki skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Travel Update
Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Travel Update
Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Travel Update
7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

Travel Tips
Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Travel Update
8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

Travel Tips
Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Travel Update
Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.