Kompas.com - 02/10/2018, 09:07 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta, menyebutkan lokasi tersebut instagramable atau sesuatu yang cocok untuk diposting di media sosial.

Sejak dibuka beberapa tahun terakhir pengunjung Hutan Pinus Mangunan mencapai lebih dari 2 juta orang.

Ketua Koperasi Notowono, Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta, Purwo Harso menyampaikan, saat ini ada 9 kelompok atau operator yang mengelola hutan pinus di sekitar Mangunan.

Baca juga: Berangan-angan di Hutan Pinus Mangunan

Meski mengelola hampir sama yakni hutan pinus, namun setiap operator memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya di Hutan Seribu Batu konsen terhadap negeri dongeng mereka membangun rumah hobit.

"Untuk yang dikunjungi Pak Jokowi kemarin itu wisata edukasi, di sana ada sekolah hutan," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/10/2018).

Pinus Sari merupakan kawasan wisata yang paling awal didirikan obyek wisata berbasis alam dan paling terkenal. "Kalau Becici itu terkenal pasca di kunjungi mantan Presiden Amerika Obama pada bulan Juli 2017 silam," ujarnya.

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Festival Kesatuan  Pengelolaan Hutan (KPH) tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan di hutan pinus Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Jumat (28/9/2018)Kompas.com/Markus Yuwono Presiden Joko Widodo saat menghadiri Festival Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan di hutan pinus Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Jumat (28/9/2018)
Menurut Purwo Harso, dengan berbagai keindahan dan keunggulan masing-masing operator ini mampu menyedot jutaan wisatawan. Tahun lalu tercatat lebih dari 2 juta wisatawan yang berkunjung.

Baca juga: 5 Wisata Hutan Pinus di Indonesia

Hutan yang berlokasi perbukitan perbatasan antara Kabupaten Bantul dengan Gunungkidul itu ternyata baru merintis sebagai tempat wisata pada 2015 silam. Dalam pemasarannya, Purwo lebih banyak mengandalkan jejaring, seperti blogger, vlogger, maupun wartawan.

"Jadi setiap kali ada event, kami selalu undang. Kami memakai jejaring untuk pemasarannya," ucapnya.

Lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) DIY yang kerja sama dengan masyarakat lokal setempat. "Tahun 2016 kami mengajukan proposal ke kementrian dan disetujui Januari 2017 lalu," ucapnya.

Baca juga: Asyiknya Berwisata Akhir Pekan Bersama Keluarga di Hutan Pinus

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.