Hari Batik, Yuk Jelajahi 6 Kampung Batik di Indonesia

Kompas.com - 02/10/2018, 14:07 WIB
Mengangkat babad cerita sejarah Kota Semarang, Jawa Tengah, dalam bentuk mural semacam wayang beber telah digarap beramai-ramai oleh warga di Kampung Batik Tengah, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur. Agus Susu, warga setempat, Selasa (2/5/2017), berdiri di antara lukisan mural Adeging Kutha Semarang yang digarap sejak 17 Desember 2016 di bawah koordinasi pelukis Ign Luwi Yanto, warga setempat. KOMPAS/WINARTO HERUSANSONOMengangkat babad cerita sejarah Kota Semarang, Jawa Tengah, dalam bentuk mural semacam wayang beber telah digarap beramai-ramai oleh warga di Kampung Batik Tengah, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur. Agus Susu, warga setempat, Selasa (2/5/2017), berdiri di antara lukisan mural Adeging Kutha Semarang yang digarap sejak 17 Desember 2016 di bawah koordinasi pelukis Ign Luwi Yanto, warga setempat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai kain khas Indonesia, Batik sudah tersebar di berbagai kota-kota besar maupun kecil. Bagi Anda yang melancong ke berbagai kota, bisa mendapatkan batik khas kota tersebut.

Salah satu cara asyik mendapatkannya ialah berkunjung ke kampung batik yang ada di kota tersebut. Selain harganya lebih miring, banyak pilihan, Anda juga bisa melihat proses pembuatannya jika waktunya pas.

Jadi tidak hanya berbelanja, kampung-kampung batik di Indonesia juga sebagai sarana edukasi batik, juga destinasi wisata.

Berikut enam kampung batik diantara banyaknya kampung batik yang tersebar di Indonesia, hasil liputan KompasTravel.

1. Kampung Batik Laweyan, Solo


Pekerja menyelesaikan pembuatan kain batik yang khusus di ekspor ke Malaysia di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/7/2013).KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pekerja menyelesaikan pembuatan kain batik yang khusus di ekspor ke Malaysia di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/7/2013).
Ada beberapa kampung batik di Solo yang bisa dikunjungi, salah satunya kampung batik ini. Di kampung Laweyan, ini terdapat puluhan rumah yang berfungsi sebagai toko batik, bengkel pembuatannya, hingga bengkel aneka kreasi batik, tentunya juga rumah-rumah para empunya batik.

Batik Solo yang identik dengan warna tanah, bisa banyak Anda temui di sini dengan harga yang bervariatif. Paling murah ialah batik print, hingga yang paling mahan batik tulis dengan pewarnaan alami.

Menurut Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Fabela Priyatmono pada KompasTravel beberapa waktu lalu, sejarah Kampung Laweyan merupakan permukiman kuno yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajang di tahun 1500-an.

2. Kampung Batik Semarang


Salah satu sanggar batik rumahan di Kampung Batik Semarang yang menyediakan aneka sandang dan suvenir batik, Jumat (16/6/2017).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Salah satu sanggar batik rumahan di Kampung Batik Semarang yang menyediakan aneka sandang dan suvenir batik, Jumat (16/6/2017).
Konon inilah tempat kelahirannya batik Semarang setelah sempat "tidur" sejak zaman penjajahan Belanda. Kini di kampung itu jadi sentra pembuatan motif-motif baru khas Semarang, seperti asem, blekok, gombel, dan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X