Aneka Motif Unik Batik, dari Wewe Gombel sampai Ikan Marlin

Kompas.com - 02/10/2018, 19:12 WIB
Ketua Deskranasda Kota Batam Marlina Agustina Rudi memperkenalkan Batik khas batam yakni Batik Ikan Marlin, Sabtu (8/9/2018). KOMPAS.com/HADI MAULANAKetua Deskranasda Kota Batam Marlina Agustina Rudi memperkenalkan Batik khas batam yakni Batik Ikan Marlin, Sabtu (8/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkembang pesatnya industri batik di Indonesia membuat berbagai daerah melahirkan motif-motif baru khas daerah tersebut. Mulai dari kuliner khas, sampai fauna endemik daerah tersebut.

Salah satu sumber motif yang tidak kalah unik ialah legenda tradisional sebuah daerah. Alhasil cerita rakyat, mitos, dan legenda pun tidak kalah unik dituangkan kedalam lukisan batik.

Berikut beberapa motif unik batik seperti dihimpun dari hasil liputan KompasTravel:

1. Motif wewe gombel

Tri Utomo, pemilik Omah Batik Ngesti Pandowo sedang membedakan batik buatan tangan asli dengan kain tekstil yang hanya dicetak bergambar batik di gerainya, Jumat (16/6/2017).KOMPAS.com / Ari Prasetyo Tri Utomo, pemilik Omah Batik Ngesti Pandowo sedang membedakan batik buatan tangan asli dengan kain tekstil yang hanya dicetak bergambar batik di gerainya, Jumat (16/6/2017).
Kisah salah satu hantu Indonesia ini diabadikan menjadi motif batik di Semarang, Jawa Tengah. 

Tri Utomo, pemilik Omah Batik Ngesti Pandowo di Kampung Batik Bojong, Semarang mengatakan kepada KompasTravel, legenda hantu wewe gombel berkembang sejak dahulu di Semarang.

Bahkan salah satu daerah hutan kota yang dikenal "angker" memang bernama wewe gombel. Entah apa kaitan keduanya, tetapi sama-sama menyeramkan.

Batik motif wewe gombel ini sudah lama diangkat oleh pembatik dari Semarang. Dengan berlatarkan bukit gombel tadi, sosok penampakan wewe gombel berada di sisi bukitnya.

Warna-warna cerah khas batik Semarang membuat penampakan wewe gombel di batik itu terkesan tidak menyeramkan, bahkan menambah kesan artistik.

2. Motif tiga negara

Batik 3 negara atau batik syafaiyah dari Batang, dengan motif khasnya dan tiga warna yang selalu melekat, diambil di Sentra Bati Safaiyah, Batang, Jawa Tengah, Rabu (2/5/2018).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Batik 3 negara atau batik syafaiyah dari Batang, dengan motif khasnya dan tiga warna yang selalu melekat, diambil di Sentra Bati Safaiyah, Batang, Jawa Tengah, Rabu (2/5/2018).
Motif tiga negara, mungkin motif ini terdengar membingungkan. Motif batik ini dipengaruhi tiga kebudayaan yang mampir dan berakulturasi di Jawa Tengah bagian pesisir. Kini motif batik tiga negara dapat ditemui di batik tradisional Batang di Jawa Tengah.

Batik tradisional Batang memiliki ciri khas yakni motifnya yang sangat detail, dan selalu menggunakan tiga warna filosofis yaitu merah, biru, dan coklat yang melambangkan tiga pengaruh kebudayaan. 

Selain warna, pengaruh kebudayaan juga dilambangkan dengan beberapa ornamen dalam batik. Yaitu renda di bagian bawah batik sebagai pengaruh era kolonial Eropa, lalu warna merah dengan motif Tionghoa pesisir.

Keduanya bertemu tradisi muslim sebagai penggambaran, seperti menggambar makhluk hidup tidak boleh menyerupai, dan lahir dari pesantren-pesantren lingkungan muslim. 

"Dinamakan tiga negara itu karena memang terpengaruh dari tiga kebudayaan, Eropa dengan rendanya, warna merah Tionghoa, dan bertemu muslim dari motif penggambarannya," tutur Miftakhutin (40), saat dikunjungi KompasTravel di sanggar batik Rifa'iyah, Rabu (2/4/2018).

3. Motif ikan marlin

Batam memiliki motif batik yang tidak kalah unik, yaitu batik ikan marlin. Batik ini menggambarkan potensi hasil laut khususnya ikan marlin yang banyak ditemukan di Batam, Kepulauan Riau.

Ikan marlin terlihat dilukis tribal di beberapa kain batik ini dihiasi dengan corak-corak laut lainnya, ataupun bunga dan dedaunan.

4. Motif gigi

Pengrajin batik Tenny Hasyanti memperlihatkan batik motif gigi di work shop Batik Sukabumi di Jalan Goalpara nomor 3 Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/4/2016). KOMPAS.com/Budiyanto Pengrajin batik Tenny Hasyanti memperlihatkan batik motif gigi di work shop Batik Sukabumi di Jalan Goalpara nomor 3 Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/4/2016).
Sebelumnya mungkin tidak terpikirkan jika gigi bisa menjadi motif batik khas. Motif ini berasal dari Sukabumi, yang pertama kali dibuat oleh Tenny Hasyanti. Tenny merupakan pembatik asal Sukabumi yang banyak menciptakan motif bergambar sumber daya alam kotanya.

Namun, saat itu ia mendapat pesanan khusus dari Himpunan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (Hima FKG) Universitas Maranatha, Bandung, pada tahun 2015 lalu. Tidak disangka setelah pembuatan motif itu banyak yang menyukai dan memesannya, hingga sampai saat ini telah lebih dari 80 motif batik gigi yang ia ciptakan.

Motif batik giginya tetap dipadu dengan unsur alam, yaitu pohon teh dan pala, dengan sentuhan warna-warna cerah yang menarik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X