Rupiah Melemah, Peluang Devisa bagi Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 06/10/2018, 14:38 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan pedesaan sawah berundak (terasering) di Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, Senin (1/10/2018).  ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Wisatawan menikmati pemandangan pedesaan sawah berundak (terasering) di Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, Senin (1/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah  mengatakan pelemahan rupiah merupakan kesempatan menarik wisatawan mancanegara ( wisman) lebih banyak ke Indonesia.

"Inbound menunjukkan peningkatan, Tokyo penuh terus, Sidney penuh terus. Minggu ini Sidney, Tokyo, China penuh terus (wisman) yang ke Indonesia. International inbound naik, domestik juga kenceng," tuturnya kepada media di ajang Garuda Indonesia Travel Fair (GATF), Jumat (5/9/2018).

Baca juga: Penerbangan Langsung Efektif Menarik Turis Jerman ke Indonesia

Menurutnya penurunan rupiah dan kenaikan bahan bakar pesawat sebanyak 40 persen harus dilawan dengan strategi positif, yaitu menarik wisatawan sebanyak-banyaknya, baik inbound, ataupun rute domestik.

"Jadi ini waktu yang tepat mendatangkan devisa, mereka banyak uang kalau ke Indonesia sekarang," katanya.

Baca juga: Kemenpar Optimistis Raih 17 Juta Wisman Tahun Ini

Ia mengaku saat pelemahan rupiah ini industri penerbangan masih tetap tumbuh, salah satunya karena keterisian dari luar negeri ke Indonesia yang mengalami peningkatan. Bahkan di rute dalam negeri pun ia mengaku masih terus tumbuh.

Salah satu strateginya ialah dengan menempatkan pasar-pasar wisatawan yang potensial untuk ditarik ke Indonesia. Pasar potensial wisatawan menurut data Garuda Indonesia ialah rute Shanghai, Singapura, Sidney, Perth, Seoul dan beberapa lainnya.

Dua wisman terlihat asyik menikmati salah satu tempat pariwisata yaang ada di kawasan Lagoi Bintan, Kepulauan Riau.KOMPAS.com/HADI MAULANA Dua wisman terlihat asyik menikmati salah satu tempat pariwisata yaang ada di kawasan Lagoi Bintan, Kepulauan Riau.
"Bagaimana untuk terus mendatangkan mereka? Kita terus promosi diluar, kemudian mengalihkan destinasi yang kurang potensial ke yang berkembang, fleksibel saja," tutur Pikri.

Namun ia belum mau menjelaskan rute mana yang akan ditutup dan dibuka dalam waktu dekat ini. Hanya saja pihaknya akan menambah penerbangan dari Korea ke Bali karena mengalami peningkatan signifikan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X