Festival Suling Tambur, Menjaga Warisan Raja Ampat

Kompas.com - 07/10/2018, 16:10 WIB
Festival Suling Tambur di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Raja Ampat, Selasa (25/9/2018). KOMPAS.com/DIAN MAHARANIFestival Suling Tambur di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Raja Ampat, Selasa (25/9/2018).

KABARE, KOMPAS.com – Levy Unmenhopa (16) berdiri tanpa alas kaki dan mengenakan pakaian tradisional Papua. Badannya tegap sambil menggendong tambur yang menutupi dadanya.

Levy dan teman-temannya berbaris menunggu giliran untuk tampil memainkan suling tambur di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua.

Bersama 24 orang lainnya, Levy mewakili peserta Festival Suling Tambur 2018 dari Kota Waisai. Ada yang menjadi mayoret, memainkan suling bambu, dan menabuh tambur.

Dari depan dermaga Pelabuhan Kabare, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati sudah bersiap melepas peserta pertama.

Sejumlah warga juga telah berkerumun di depan dermaga maupun sepanjang jalan, meski cuaca panas terik pagi itu. Saat itu baru pukul 08.00 WIT, tapi sinar matahari terasa seperti siang hari.

Baca juga: Meriahnya Festival Suling Tambur di Raja Ampat...

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati bersiap melepas peserta pertama pada Festival Suling Tambur di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Raja Ampat, Selasa (25/9/2018).KOMPAS.com/DIAN MAHARANI Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati bersiap melepas peserta pertama pada Festival Suling Tambur di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Raja Ampat, Selasa (25/9/2018).

Meski begitu, tak terlihat kaki-kaki kepanasan menginjak jalan yang beraspal, tanah, hingga berbatu dari para peserta yang semuanya tak mengenakan alas kaki itu.

Warga setempat dan pengunjung juga antusias meramaikan Festival Suling Tambur yang baru dua kali digelar di Raja Ampat ini. Ada 14 kelompok dari berbagai distrik di Papua Barat yang mengikuti perlombaan di Festival Suling Tambur yang digelar pada 24-25 September 2018.

Antusias warga dan peserta menjadi harapan bahwa kesenian suling tambur akan lebih dikenal masyarakat dan terus dilestarikan.

"Paling penting bagaimana kearifan lokal, seni budaya ini kita pelihara dengan baik," kata Abdul Faris.

Baca juga: Ini Tren Destinasi di Raja Ampat yang Kian Ramai Dikunjungi

Festival Suling Tambur di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Raja Ampat, Selasa (25/9/2018).KOMPAS.com/DIAN MAHARANI Festival Suling Tambur di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Raja Ampat, Selasa (25/9/2018).

Warisan Raja Ampat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X