Berkenalan dengan Republik Dagestan, Keindahan di Tengah Konfilk - Kompas.com

Berkenalan dengan Republik Dagestan, Keindahan di Tengah Konfilk

Kompas.com - 10/10/2018, 14:02 WIB
Penduduk asli Republik Dagestan.caucasus-explorer.com Penduduk asli Republik Dagestan.

KOMPAS.com - Republik Dagestan terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Tidak heran, karena sebenarnya sampai sekarang daerah Dagestan masih rawan konflik karena hubungannya yang cukup rumit dengan Rusia.

Jika membaca situs wisata yang memuat Republik Dagestan, kalimat awal biasanya bersifat himbauan sampai peringatan untuk mengunjungi Republik Dagestan.

Namun keindahan Dagestan, negeri asal petarung UFC, Khabib Nurmagomedov memang membuat terpukau. Inilah enam alasan mengapa Repubik Dagestan layak untuk dimasukan sebagai daftar destinasi impian.

1. Negeri Pegunungan

Pegunungan di Dagestan mengingatkan akan keindahan pegunungan di Asia Tengah. Tinggi pegunungan mencapai 2.000-4.000 meter dari permukaan laut. Pegunungan Dagestan diselimuti padang rumput hijau yang menyejukkan mata.

Pegunungan di  Republik Dagestan. caucasus-explorer.com Pegunungan di Republik Dagestan.

2. Desa di Atas Awan

Pegunungan di Dagestan terkenal sebagai yang tertinggi di Benua Eropa. Sebuah desa bernama Krush disebut sebagai desa di atas awan lantaran berada 2.500 meter di atas permukaan laut.

Tidak ada konflik politik, internet, dan teknologi yang membuat hidup rawan stres di Krush.

3. Penduduk yang Kaya Budaya

Mayoritas penduduk Dagestan beragama Islam dan masih menjalankan tradisi budaya, pakaian, dan kuliner dari nenek moyang mereka Kaukasus. Mayoritas penduduk Dagestan juga mengikuti ajaran Sufisme.

Kaum perempuan di Republik Dagestan sedang membuat karpet. caucasus-explorer.com Kaum perempuan di Republik Dagestan sedang membuat karpet.

4. Jalur Sutera Kuno

Daerah Derbent di Dagestan menjadi Jalur Sutera pada abad pertengahan. Dari sana orang-orang Dagestan memiliki kemampuan untuk membuat barang berkualitas baik yang turun temurun dijual sampai saat ini.

Misalnya pembuat perhiasan emas di Kubachi dan pembuat keramik di Balkhar. Ada juga Desa Tzovkra yang penduduknya banyak menguasai trik sirkus ebrjalan di atas tali. Desa ini jugalah cikal bakal sirkus modern.

5. Tidak ada Turis

Oleh karena wilayah Dagestan masih diliputi konflik dengan Rusia, pariwisata bukan hal yang familiar. Namun justru itu yang membuat unik, karena setiap turis dianggap tamu oleh orang Dagestan. Diundang ke rumah, dijamu, dan dibantu sebisa mungkin.



Close Ads X