4 Nasi Ayam Khas Indonesia yang Wajib Coba, Pilih Mana? - Kompas.com

4 Nasi Ayam Khas Indonesia yang Wajib Coba, Pilih Mana?

Kompas.com - 10/10/2018, 19:10 WIB
Nasi Ayam disajikan lengkap dengan potongan telur rebus berbumbu, tahu opor, sayur labu manis dengan krecek, dan suwiran ayam, diguyur kuah opor kuning.KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Nasi Ayam disajikan lengkap dengan potongan telur rebus berbumbu, tahu opor, sayur labu manis dengan krecek, dan suwiran ayam, diguyur kuah opor kuning.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbicara nasi ayam khas Singapura yang sedang hangat diperbincangkan, Indonesia juga punya hidangan nasi ayam yang tidak kalah lezatnya. Nasi ayam di Indonesia terdiri dari beberapa jenis dan berasal dari berbagai daerah.

Nasi ayam di Indonesia beberapa menjadi makanan tradisional khas suatu daerah. Karena tradisional, teknik masaknya pun menggunakan cara yang diwariskan turun temurun.

Namun ada juga nasi ayam yang "kekinian" atau bukan sebagai makanan tradisional, tetapi banyak dijual di berbagai daerah dengan olahan yang lebih modern.

1. Nasi Ayam Semarang

Nasi Ayam khas Semarang lengkap dengan potongan telur rebus berbumbu, tahu opor, sayur labu manis dengan krecek, dan suwiran ayam, diguyur kuah opor kuning.KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Nasi Ayam khas Semarang lengkap dengan potongan telur rebus berbumbu, tahu opor, sayur labu manis dengan krecek, dan suwiran ayam, diguyur kuah opor kuning.
Nasi ayam yang satu ini bisa Anda temukan di Kota Semarang saat pagi atau malam hari. Biasa dujual di pusat kuliner, hingga tenda sederhana pinggir jalan. Salah satu yang tersohor adalah Nasi Ayam Bu Widodo, yang sudah berjualan sejak 1994 di area kuliner Simpang Lima.

Hidangan ini menggunakan kuah opor berwarna kuning, dengan rasa sayur labunya yang manis. Nasi ayam ini disajikan dengan potongan telur rebus berbumbu, tahu opor, sayur labu manis dengan krecek, lalu diguyur kuah opor kuning.

Untuk yang mau menambahkan lauk, Anda bisa memilih aneka bagian ayam seperti sate telur, sate usus, opor daging paha, dada, kepala, dan sayap ayam.

2. Nasi Ayam Bali

Menu Nasi Ayam di Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku, Ubud, Gianyar, Bali. KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Menu Nasi Ayam di Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku, Ubud, Gianyar, Bali.
Di Ubud, "Nasi Bali" disebut sebagai "Nasi Ayam" karena menggunakan lauk serba ayam. Jika Anda mampir ke daerah Kedewatan, ada kedai nasi yang begitu terkenal dan enak, tetapi dengan harga yang sangat terjangkau, ialah Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku.

Tempat ini begitu terkenal dan masuk dalam rekomendasi pelancong domestik maupun internasional sebagai pilihan tempat makan di Ubud.

Hidangan ini disajikan dengan ayam pelalah atau ayam yang disuwir-suwir dan diberi aneka bumbu rempah lengkap yang akrab disebut bumbu megenep. Ciri khasnya adalah rasa yang pedas dari cabai, rasa kunyit dan kencur yang dominan, dan aroma serai yang kuat.

Tambahan lauknya adalah satai lilit ayam dan telur pindang. Sementara untuk sayur adalah lawar sayur, yaitu kacang panjang dan diberi parutan kelapa. Biasanya lawar menggunakan daging, tetapi lawar sayur polos hanya berisi sayuran saja.

3. Nasi Ayam Honje

Nasi Ayam Honje adalah menu nasi dengan lauk suwiran daging ayam yang dicampur sambal matah serta dilengkapi kuah dan kerupuk.  KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI Nasi Ayam Honje adalah menu nasi dengan lauk suwiran daging ayam yang dicampur sambal matah serta dilengkapi kuah dan kerupuk.
Honje yang berarti kecombrang, diolah dengan ayam dan berbagai bumbu hingga menghasilkan hidangan yang menggugah selera. Anda bisa mencobanya di Yogyakarta seperti di Resto Honje.

Nasi ayam honje, disajikan dengan nasi putih hangat, lauk suwiran ayam yang dicampur dengan kecombrang dan sambal matah, sekilas mirip nasi campur khas Bali. Hidangan ini juga ditemani kuah sop, salad, serta kerupuk.

Makanan nasi campur ini memiliki rasa yang khas, sederhana tetapi ditata dengan apik. Untuk mempercantik hidangan, bunga kecombrang bunga kecombrang pun ditahuh di atasnya.

4. Nasi Ayam Geprek dan Penyet

Ayam penyet cabe ijo di Kedai Oma Evie, Pademangan, Jakarta. Dok. Kedai Oma Evie Ayam penyet cabe ijo di Kedai Oma Evie, Pademangan, Jakarta.
Kalau hidangan yang satu ini mungkin lebih familiar di telinga Anda. Ya, karena hidangan ini termasuk hidangan "kekinian" yang sedang marak di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu.

Meski serupa, dua hidangan nasi dengan ayam ini memiliki perbedaan.
Ayam geprek merupakan ayam goreng tepung yang diberi sambal diatasnya, lalu ditekan atau di ulek.

Ayam geprek bisa dibilang hidangan cepat saji dengan cita rasa Indonesia. Ayam goreng tepung dikenal berasal dari Amerika Serikat, ditambahkan sambal khas Nusantara.

Sementera ayam penyet adalah hidangan ayam ungkep bumbu kuning yang diberi sambal di atasnya. Bumbu ayam penyet terbilang lebih kompleks karena terdiri dari berbagai bumbu dan rempah Nusantara seperti ketumbar, kemiri, kunyit, lengkuas, daun salam, bawang merah, dan bawang putih.

Ayam penyet adalah hidangan ayam ungkep bumbu kuning yang diberi sambal di atasnya. Baca juga : Mengglobalkan Ayam Penyet Bumbu ayam penyet terbilang lebih kompleks karena terdiri dari berbagai bumbu dan rempah Nusantara. Seperti ketumbar, kemiri, kunyit, lengkuas, daun salam, bawang merah, dan bawang putih.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Bedanya Ayam Geprek dan Ayam Penyet?", https://travel.kompas.com/read/2018/04/27/090700527/apa-bedanya-ayam-geprek-dan-ayam-penyet-.
Penulis : Silvita Agmasari
Editor : I Made Asdhiana

Ayam geprek bisa dibilang hidangan cepat saji dengan cita rasa Indonesia. Ayam goreng tepung dikenal berasal dari Amerika Serikat, ditambahkan sambal khas Nusantara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Bedanya Ayam Geprek dan Ayam Penyet?", https://travel.kompas.com/read/2018/04/27/090700527/apa-bedanya-ayam-geprek-dan-ayam-penyet-.
Penulis : Silvita Agmasari
Editor : I Made Asdhiana



Close Ads X