Hijabers Jalan-jalan ke Korea? Perhatikan 5 Hal Ini - Kompas.com

Hijabers Jalan-jalan ke Korea? Perhatikan 5 Hal Ini

Kompas.com - 10/10/2018, 23:16 WIB
Seoul Central Mosque di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. KOMPAS.com/APRILLIA IKA Seoul Central Mosque di Itaewon, Seoul, Korea Selatan.

KOMPAS.com - Kompas.com bersama lima selebgram hijab mencoba tur ke sejumlah daerah di Korea selama sepekan. Intinya, untuk merasakan keramahan pariwisata Korea untuk turis muslim, atau wisata yang muslim-friendly.

Lima selebgram hijab tersebut yakni Asma Nadia (@asmanadia), Indah Nada Puspita (@indahnadapuspita), Rizky Amelia (@ameliaelle), Bella Almira (@bellmirs), serta Syifa Adinda Negara (@adindanegara).

Selama seminggu, kami menjelajahi sejumlah tempat wisata unggulan di Seoul, Gangwon, Gyeonggi dan Incheon. Ada banyak memori indah di sekitar tempat wisata tersebut, namun juga ada catatan khusus bagi hijabers yang bepergian ke sana.

Baca juga: Cerita 5 Selebgram Hijab Menjajal Wisata Ramah Muslim di Korea

Berikut rangkuman lima hal yang harus diperhatikan hijabers saat berkunjung ke Korea:

1. Busana

Saat rombongan peserta 2018 Halal Restaurant Week Korea bertanda ke negeri ginseng ini, bertepatan dengan awal musim gugur, yakni awal Oktober. Cirinya adalah udara yang sejuk di siang hari, sekitar 20-24 derajad celcius dan sedikit dingin hingga 14 derajad di malam hari.

Selalu cek prakiraan suhu di aplikasi smartphone, agar busana yang dipakai nyaman, sesuai dengan kondisi suhu, serta tetap sesuai dengan syariah.

Jangan lupa kenakan mantel jika udara berubah menjadi dingin atau untuk melindungi diri dari terpaan angin. Jika cuaca terik di siang hari, tidak ada salahnya menggunakan sunglasses.

Simak tips berbusana saat jalan-jalan di awal musim gugur di Korea dari @ameliaelle berikut ini: 

 

2. Toilet

Seperti yang kita tahu, kebersihan badan dan pakaian sangat penting bagi muslim. Kebersihan juga merupakan sebagian dari iman. Untuk itu, toilet yang bersih serta memiliki bidet juga penting bagi turis muslim.

Nah, saat kami berkunjung di bulan Oktober, udara yang sejuk membuat sejumlah peserta harus sering ke toilet untuk buang air kecil.

Beruntung, di Korea ini rata-rata tempat wisatanya hingga ke toilet umumnya lumayan bersih, serta tidak berbau menyengat.

Nah, di Korea ini ada sejumlah tempat yang memiliki toilet dengan bidet. Namun, banyak juga yang tidak.

Untuk mengakali toilet tanpa bidet, sebaiknya kamu membawa tisu basah atau membawa botol plastik kosong untuk membasuh diri dari hadas selepas buang air kecil atau besar.

Bagi kamu hijab traveller yang memerlukan bertanya di mana toilet terdekat, bisa menggunakan kata: Hwajangsil eodi eyo? atau di mana toilet terdekat?

3. Tempat Wudhu

Ada kalanya jika terpaksa, kamu harus berwudhu di wastafel toilet. Misalnya saja berdasarkan pengalaman, kami harus shalat di kendaraan untuk menghemat waktu perjalanan akibat padatnya agenda tur.

Sebagai saran, sebaiknya menjaga agar wudhu tetap utuh. Atau jika terpaksa berwudhu menggunakan wastafel sebaiknya air bekas berwudhu jangan sampai tumpah ke mana-mana.

Sediakan tisu untuk mengelap ceceran air di lantai toilet, agar pengguna lainnya tidak terganggu atau terpeleset karena licin.

4. Mukena dan Sajadah

Salah satu mushala yang tersedia di Everland, Gyeonggi. Lokasi mushala di dekat gedung Mystery Mansion. KOMPAS.com/APRILLIA IKA Salah satu mushala yang tersedia di Everland, Gyeonggi. Lokasi mushala di dekat gedung Mystery Mansion.

Korea merupakan negara yang ramah turis muslim. Di sejumlah wilayah, misalnya saja di Seoul, Gyeonggi dan Incheon yang kami datangi, sudah ada masjid, serta musHala di tempat wisata, di restoran, serta di hotel.

Informasi mengenai masjid dan mushala di Korea bisa diunduh di website KTO Indonesia di https://www.visitkorea.or.id/

Namun, terkadang tidak ada mukena bagi turis muslim perempuan. Untuk mengakalinya, selalu bawa mukena sendiri yang ringan dan simpel dibawa.

Masalah lain yakni terkadang jumlah sajadah atau alas untuk shalat kurang, sehingga perlu dibawa sajadah lipat ringan yang cocok untuk kebutuhan travelling.

Bagi kamu hijab traveler yang memerlukan bertanya di mana tempat shalat terdekat, bisa menggunakan pertanyaan ini: Gidosil eodi eyo? atau di mana tempat shalat?

5. Makanan Halal

Murree Muslim Food di Itaewon, dekat Seoul Central Mosque di Seoul, salah satu contoh restoran Self Certified halal di Korea, karena pemiliknya adalah muslim. Di restoran ini, menu nasi seperti bibimbap hanya seharga 8.000 KRW, sementara menu daging seperti bulgogi dibanderol 15.000 KRW. Restoran halal banyak dijumpai di Itaewon. KOMPAS.com/APRILLIA IKA Murree Muslim Food di Itaewon, dekat Seoul Central Mosque di Seoul, salah satu contoh restoran Self Certified halal di Korea, karena pemiliknya adalah muslim. Di restoran ini, menu nasi seperti bibimbap hanya seharga 8.000 KRW, sementara menu daging seperti bulgogi dibanderol 15.000 KRW. Restoran halal banyak dijumpai di Itaewon.

Bagi muslim, haram hukumnya memakan daging babi, atau memakan makanan dengan bahan minyak babi. Juga haram hukumnya mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol.

Beruntung pemerintah Korea sangat memperhatikan kebutuhan turis muslim di negara ini. Korea Tourism Organization mengklasifikasikan restoran ramah muslim sejak 2016 untuk memberikan keyakinan traveler muslim berwisata ke Korea dengan nyaman.

Saat ini ada hampir 200 restoran muslim-friendly tersebar di berbagai daerah di Korea. Ada empat kategori restoran muslim-friendly yang bisa kamu kunjungi.

Kategori pertama adalah restoran Halal Certified, yakni restoran yang sudah diberikan sertifikat halal oleh Korea Muslim Federation (KMF). Restoran yang sudah tersertifikasi halal ini biasanya menampilkan logo halal. 

Baca juga: Korea Selatan Terus Kembangkan Wisata Ramah Muslim

Kedua, Self Certified, yakni semua makanan yang disajikan di restoran ini halal sebab pemiliknya juga merupakan muslim.

Ketiga, Muslim Friendly, yakni restoran yang menyediakan sejumlah menu halal, namun masih menjual alkohol.

Keempat, Pork Free, yakni restoran yang tidak menawarkan menu halal dalam daftar menunya tetapi restoran ini bebas dari penggunaan daging babi. Allohol juga dijual di restoran ini.

Lantas bagaimana cara agar kita yakin restoran yang kita datangi termasuk kategori empat restoran di atas?

Mudah caranya, yakni dengan bertanya, atau dengan melihat logo sertifikasi halal oleh KMF, atau melihat daftar menunya. 

Di tempat wisata Korea Folk Village, rombongan tur 2018 Halal Restaurant Week Korea mampir ke restoran ramah muslim lain yakni Gilmokjib. Menu yang dipesan seperti beef soup dan andong style wild vegetable bibimbap.KOMPAS.com/APRILLIA IKA Di tempat wisata Korea Folk Village, rombongan tur 2018 Halal Restaurant Week Korea mampir ke restoran ramah muslim lain yakni Gilmokjib. Menu yang dipesan seperti beef soup dan andong style wild vegetable bibimbap.

Sejumlah pertanyaan sederhana dalam bahasa Korea untuk restoran yang kita datangi untuk memastikan halal atau tidak adalah sebagai berikut:

- Halal gogi eyo? atau apakah daging yang digunakan halal? 

- Dwaeji gogi, ham, bacon ppaego juseyo, atau mohon jangan menggunakan daging babi, ham dan bacon dalam makanan

Jika kurang yakin dengan daging yang ada di restoran tersebut, bisa mengatakan: Gogi ppaego juseyo atau mohon agar tidak menggunakan daging dalam makanan.

Kita juga bisa mengatakan Emsige sul neochi maseyo, untuk meminta agar tidak ada alkohol dalam makanan.

Jika kurang mengerti dengan menu berbahasa Korea, kita bisa meminta menu dengan bahasa Inggris dengan mengatakan: Youngeo menyupan innayo? atau apakah Anda punya menu berbahasa Inggris?

Selesai makan, kita bisa bertanya jumlah tagihan dengan mengatakan: Eolmaeyo?

Jika masih memerlukan informasi mengenai Korea, kamu bisa buka website KTO Indonesia di https://www.visitkorea.or.id/ atau kunjungi Instagramnya di @ktoid.

Ikuti juga perkembangan program-program wisata ke Korea di #AkudanKorea serta di #KeKoreaAja.


Close Ads X