4 Fakta Menarik Seoul Central Mosque, Masjid Tertua di Korea - Kompas.com

4 Fakta Menarik Seoul Central Mosque, Masjid Tertua di Korea

Kompas.com - 11/10/2018, 05:00 WIB
Seoul Central Mosque di Itaewon, Seoul. KOMPAS.com/APRILLIA IKA Seoul Central Mosque di Itaewon, Seoul.

KOMPAS.com - Seoul Central Mosque merupakan masjid di Korea Selatan yang juga menjadi tempat tujuan wisata, terutama bagi turis muslim. Pasalnya, masjid ini juga merupakan bagian sejarah berkembangnya Islam di Korea, serta sejarah toleransi di negeri ginseng ini.

Kompas.com dan lima selebgram hijab berkesempatan mengunjungi masjid tertua di Korea ini serta merasakan shalat di tempat tersebut.

Lima selebgram hijab tersebut yakni Asma Nadia (@asmanadia), Indah Nada Puspita (@indahnadapuspita), Rizky Amelia (@ameliaelle), Bella Almira (@bellmirs), serta Syifa Adinda Negara (@adindanegara).

Baca juga: Cerita 5 Selebgram Hijab Menjajal Wisata Ramah Muslim di Korea

Selain fungsinya sebagai tempat beribadah umat muslim serta sebagai salah satu destinasi wisata, berikut 4 fakta menarik seputar masjid ini.

1. Donasi bersama pemerintah Korea dan Arab Saudi

Seoul Central Mosque ini terletak di Jalan Usadan, Distrik Yongsan di Seoul. Daerah sekitar masjid sering disebut daerah Itaewon.

Masjid yang mulai dibangun tahun 1974 dan mulai digunakan tahun 1976 ini merupakan perpaduan atas donasi pemerintah Korea untuk lahan seluas 5.000 meter persegi, serta uang pembangunan masjid dari patungan negara-negara Islam.

Sebelum masjid ini dibangun, Korean Muslim Federation (KMF) sering mengadakan shalat berjamaah di daerah ini. Saat itu jumlah penduduk muslim di Korea sekitar 3.000 jiwa.

Presiden Korea saat itu, Park Chung-hee menawarkan KMF sebidang lahan untuk dibangun masjid, agar Republik Korea yang umurnya masih muda mendapatkan pertemanan yang baik dengan negara-negara timur tengah. Kemudian, Arab Saudi dan negara timur tengah lain memberikan dana pembangunan masjid ke pemerintah Korea.

2. Pusat Syiar Islam di Korea

Setelah dibangunnya Seoul Central Mosque, sejumlah masjid juga dibangun di sejumlah wilayah di Korea lainnya. Paling banyak masjid berada di wilayah Gyeonggi dan Incheon. Tercatat ada 7 masjid di wilayah tersebut. Sementara di Seoul, tidak berdiri masjid lain selain Seoul Central Mosque.

Baca juga: Hijabers Jalan-jalan ke Korea Bulan Oktober, Perhatikan 5 Hal Ini

Seoul Central Mosque jadi pusat syiar Islam di Korea lantaran di masjid ini juga berdiri kesekretariatan KMF. Dari dana negara-negara Islam di Timur Tengah, kesekretariatan KMF berkembang dan kini sudah ada pusat edukasi Islam dengan gedung di samping masjid.

Segera setelah masjid ini dibangun disusul masjid-masjid lain di Korea, jumlah penduduk muslim di Korea meningkat pesat. Penduduk muslim tak hanya dari warga asing muslim yang menetap di Korea, juga penduduk asli Korea mulai meminati Islam. Diperkirakan jumlah penduduk muslim di Korea mencapai 200.000 jiwa saat ini.

3. Pusat Makanan Halal

Di Jalan Unsadan 10-gil, Seoul, merupakan jalan menuju Masjid Pusat Seoul atau Seoul Central Mosque yang dipenuhi dengan aneka restoran halal. KOMPAS.com/APRILLIA IKA Di Jalan Unsadan 10-gil, Seoul, merupakan jalan menuju Masjid Pusat Seoul atau Seoul Central Mosque yang dipenuhi dengan aneka restoran halal.

Daerah sekitar masjid Seoul ini merupakan pusat makanan halal, di sepanjang jalan menuju masjid ini berderet restoran halal, terutama di Usadan 10-gil.

Pemiliknya bisa berasal dari Timur Tengah atau negara Islam lainnya. Bahkan ada restoran Indonesia bernama Siti Sara di jalan ini.

Kami, peserta tur 2018 Halal Restaurant Week Korea, dua kali menyambangi restoran halal di daerah Itaewon ini. Satu ke Murree Muslim Food dan satu lagi ke Kervan, restoran kebab Turki, cabang Itaewon.

Baca juga: Korea Selatan Terus Kembangkan Wisata Ramah Muslim

Untuk harga, di Murree masih lumayan terjangkau. Misal untuk menu bibimbap harganya 8.000 KRW per porsi (1 KRW=Rp 14). Sementara menu bulgogi seharga Rp 15.000 KRW. Ukurannya pas buat perorangan dan kenyang.

Di Kervan, seporsi menu chicken shish kebab atau mix sish kebab harganya 21.000 KRW, namun dengan ukuran besar, satu porsi menu bisa untuk dua orang.

Hadirnya masjid di Seoul terbukti membawa denyut nadi perekonomian dan pusat komersial di jatung Korea.

4. Terletak antara Hangang River dan Namsan Mountain

Rombongan tur 2018 Halal Restaurant Week Korea berpose di tepi Sungai Han atau Hangang River. Di pinggir  sungai ini banyak tempat terbuka bagi keluarga dan pasangan berjalan-jalan. Bahkan ada penyewaan tenda bagi keluarga dan pasangan yang ingin berpiknik di tepi sungai ini. Juga ada wisata E-Land Cruise menyusuri sungai ini dengan atraksi memberi makan burung. Dok. Indah Nada Puspita Rombongan tur 2018 Halal Restaurant Week Korea berpose di tepi Sungai Han atau Hangang River. Di pinggir sungai ini banyak tempat terbuka bagi keluarga dan pasangan berjalan-jalan. Bahkan ada penyewaan tenda bagi keluarga dan pasangan yang ingin berpiknik di tepi sungai ini. Juga ada wisata E-Land Cruise menyusuri sungai ini dengan atraksi memberi makan burung.

Tanah tempat masjid ini berdiri merupakan tanah yang tinggi seperti bukit, sehingga untuk masuk ke dalamnya kami harus menapaki sejumlah anak tangga. Dari halaman masjid, terhampar pemandangan kota serta sungai Hangang.

Atas pemandangannya yang indah tersebut, pengunjung masjid bukan hanya umat muslim yang menunakan ibadah saja lho, tetapi juga warga Korea yang ingin melihat keindahan masjid serta keindangan pemandangan tepi sungai Hangang yang alirannya bermuara ke Laut Kuning.

Agar pengunjung menghargai umat muslim yang berdoa di dalamnya, maka di bagian depan pintu masuk masjid diberi sebuah peringatan tata cara berbusana yang sopan untuk masuk ke masjid.

Jika kamu ke Korea, pastikan mampir ke wilayah Itaewon ini. Serta jika masih memerlukan informasi mengenai masjid di Korea, kamu bisa buka website KTO Indonesia di https://www.visitkorea.or.id/ atau kunjungi Instagramnya di @ktoid.

Ikuti juga perkembangan program-program wisata ke Korea di #AkudanKorea serta di #KeKoreaAja.

 

 


Close Ads X