Wisatawan Laos Minim Pengetahuan soal Indonesia - Kompas.com

Wisatawan Laos Minim Pengetahuan soal Indonesia

Kompas.com - 11/10/2018, 07:52 WIB
Sejumlah biksu dan umat Buddha melakukan ritual doa pagi Waisak 2018 di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, DI Yogyakarta, Selasa (29/5/2018). Doa pagi itu menjadi rangkaian Tri Hari Suci Waisak 2018 atau 2562 BE yang mengangkat tema Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni.ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO Sejumlah biksu dan umat Buddha melakukan ritual doa pagi Waisak 2018 di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, DI Yogyakarta, Selasa (29/5/2018). Doa pagi itu menjadi rangkaian Tri Hari Suci Waisak 2018 atau 2562 BE yang mengangkat tema Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni.

VIENTIANE, KOMPAS.com - Promosi pariwisata Indonesia di kawasan Indochina termasuk Laos perlu diintensifkan mengingat pengetahuan masyarakat di kawasan itu mengenai Indonesia masih rendah.

"Jumlah wisatawan dari sini ke Indonesia belum besar karena pengetahuan mereka yang kurang mengenai Indonesia," kata Duta Besar RI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos, Pratito Soeharyo, saat acara promosi 10 destinasi unggulan wisata Indonesia di Vientiane, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Wonderful Indonesia Center Akan Dibangun di Laos

Dubes menyebutkan misi-misi pariwisata perlu terus dilakukan untuk meyakinkan wisatawan dari Laos mengunjungi Indonesia.

"Ini mungkin sales mission yang intens baru kali ini, sebelumnya biasa-biasa dan saya berjuang keras untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Laos," katanya.

Ia menyebutkan saat ini jumlah wisatawan Laos yang mengunjungi Indonesia baru sekitar 4.000 orang per tahun dari total wisatawan Laos yang keluar negeri sekitar 3,05 juta orang.

Pertunjukan Sigale-gale telah mengakar ratusan tahun di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara.ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU Pertunjukan Sigale-gale telah mengakar ratusan tahun di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara.
Menurut dia, kendala lain meningkatkan kunjungan wisatawan dari Laos ke Indonesia adalah tidak adanya penerbangan langsung dari negara itu ke Indonesia. "Mereka harus melalui Bangkok, Singapura atau Vietnam untuk mencapai Indonesia," katanya.

Baca juga: Delapan Jam Berwisata di Ibu Kota Laos

Dubes menyebutkan Laos merupakan negara yang tidak kaya tapi mereka punya potensi karena mereka baru membuka diri dan berkembang menjadi negara yang lebih maju.

Ia mengharapkan promosi pariwisata diintensifkan di negara-negara kawasan Indochina yaitu Kamboja, Laos, Vietnam, dan Myanmar.

"Potensi mereka ada 265 juta penduduk di kawasan ini. Turis yang datang ke sini juga banyak," katanya.

Sementara itu berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah penduduk Laos yang berwisata keluar negeri sebanyak 3,05 juta. Sebagian besar berkunjung ke Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

Sejumlah penari menampilkan Tari Jaranan Slining Lumajang pada Eksotika Bromo di Lautan Pasir kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (29/6/2018). Pertunjukan yang menampilkan sejumlah tarian tradisional dan kontemporer seperti Kidung Tengger, parade jaranan Tengger, Reog Ponorogo, topeng hudoq Dayak Kalimantan Timur dan beberapa kesenian lainnya tersebut digelar untuk menyambut Hari Raya Yadnya Kasada.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Sejumlah penari menampilkan Tari Jaranan Slining Lumajang pada Eksotika Bromo di Lautan Pasir kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (29/6/2018). Pertunjukan yang menampilkan sejumlah tarian tradisional dan kontemporer seperti Kidung Tengger, parade jaranan Tengger, Reog Ponorogo, topeng hudoq Dayak Kalimantan Timur dan beberapa kesenian lainnya tersebut digelar untuk menyambut Hari Raya Yadnya Kasada.
Untuk menarik wisman dari Laos maupun Kamboja, Indonesia menawarkan paket wisata religi yakni dengan mempromosikan Candi Borobudur sebagai destinasi utama mengingat mayoritas penduduk dari kedua negara itu beragama Buddha. Selain itu ditawarkan paket-paket unggulan di 10 destinasi unggulan.

Kemenpar dan enam pelaku bisnis berpartisipasi dalam sales mission di Laos. Enam pelaku bisnis pariwisata tersebut yaitu Chacha Tour & Travel (Yogyakarta), Bali Dream (Bali beyond), Absolute Indonesia DMC (Bali beyond), Bali Flores Adventure (Bali beyond), Bhara Tours (Jawa Barat), dan Grand Keisha by Horison Hotel Jogja (Yogyakarta).



Close Ads X