Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/10/2018, 17:10 WIB

Sebelum rombongan jurnalis dari Jakarta mengunjungi situs Bung Karno, kami didampingi staf Taman Bacaan Pelangi mengunjungi Sekolah Dasar Inpres 14 Ende. Sekolah dasar itu juga ada Taman Bacaan Pelangi. Taman Bacaan Pelangi didirikan oleh Nila Tanzil untuk membangkitkan minat baca anak-anak sekolah dasar sekaligus perpustakaan ramah anak di Indonesia Timur.

Sebelumnya kami masuk ruang Kepala Sekolah SD Inpres I4 Ende, Maria L. Y Ana Dema untuk memperoleh informasi seputar aktivitas mengajar belajar dari anak-anak sekolah di lembaga pendidikan tersebut.

Kepala SD Inpres 14 Ende, Maria kepada wartawan menjelaskan, anak-anak sekolah di daratan Pulau Flores mengenal profesi guru dan petani. Profesi wartawan, merupakan hal baru bagi mereka.

Selain itu ada cita-cita anak SD apabila ditanya selalu menjawab menjadi guru, bidan, imam, selanjutnya berkembang menjadi polisi dan tentara. Untuk cita-cita menjadi seorang wartawan jarang disampaikan oleh anak-anak SD.

Setelah selesai berbincang-bincang dengan Kepala Sekolah SD Inpres 14 Ende kami menuju ke Taman Bacaan Pelangi sekaligus Perpustakaan Ramah Anak yang berada tak jauh dari gedung sekolah tersebut.

Taman Bacaan Pelangi sekaligus Perpustakaan Ramah Anak sangat bersih dan indah karena penataan ruangannya sesuai dengan konsep yang dilakukan pendiri Taman Bacaan Pelangi.

Ester Napitupulu, wartawan Kompas berbicara dengan anak-anak sekolah dan melemparkan sebuah pertanyaan, siapa yang mengetahui wartawan. Semua siswa dan siswi di dalam ruangan itu diam karena benar seperti yang diinformasikan kepala sekolah tadi.

Selanjutnya, Ester memperkenalkan diri sebagai wartawan Kompas dan memperkenalkan tentang profesi wartawan. Dia memberikan motivasi agar anak-anak di sekolah itu kelak menjadi seorang wartawan.

Ester memperkenalkan kemudahan-kemudahan akses jika berprofesi wartawan. Seorang wartawan bisa bertemu Presiden RI Joko Widodo dan para petinggi bangsa dari seluruh dunia serta mudah bertemu bupati, gubernur dan pejabat tinggi lainnya. Salah satu kunci menjadi wartawan adalah membaca sebanyak-banyaknya.

Terkesan dengan motivasi wartawan Kompas, pada sesi akhir sejumlah anak-anak sekolah di tempat itu bercita-cita menjadi wartawan, baik cetak, online, radio dan televisi.

Pendiri Taman Bacaan Pelangi Republik Indonesia, Nila Tanzil menerima pengalungan dari panitia peresmian Taman Bacaan Pelangi yang ke-100 di SDK Nangapanda I, Desa Ndorurea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Flores, NTT, Kamis (13/9/2018).KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Pendiri Taman Bacaan Pelangi Republik Indonesia, Nila Tanzil menerima pengalungan dari panitia peresmian Taman Bacaan Pelangi yang ke-100 di SDK Nangapanda I, Desa Ndorurea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Flores, NTT, Kamis (13/9/2018).
Nila Tanzil, Pendiri Taman Bacaan Pelangi di Indonesia Timur kepada Kompas.com menjelaskan, ide awal mendirikan Taman Bacaan Pelangi berangkat dari pengalaman berjumpa dengan anak-anak sekolah dasar di Taman Nasional Komodo yang belum bisa membaca dengan lancar.

Di Pulau Flores, ada Taman Bacaan Pelangi di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur dan Kabupaten Ende. Didirikan pertama kali di Roe, Kabupaten Manggarai Barat pada 2009. Selanjutnya kini berkembang ke seluruh Indonesia Timur, termasuk daerah pegunungan di Papua dan pulau-pulau terluar di Indonesia Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+