Yuk Belajar 10 Etika Makan Saat di Jepang - Kompas.com

Yuk Belajar 10 Etika Makan Saat di Jepang

Kompas.com - 21/10/2018, 09:00 WIB
Salah satu karya pada Pemeran Ilustrasi Makanan Jepang bertajuk Ceritamakan dalam rangkaian Japanese Cultural Week 2018 di Japan Foundation, Jakarta, Senin (19/2/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Salah satu karya pada Pemeran Ilustrasi Makanan Jepang bertajuk Ceritamakan dalam rangkaian Japanese Cultural Week 2018 di Japan Foundation, Jakarta, Senin (19/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berwisata di negeri orang, sebisa mungkin kita harus mengikuti peraturan yang berlaku, tidak terkecuali etika makan. Semakin banyak orang Indonesia yang ke Jepang, tidak ada salahnya untuk belajar etika makan yang berlaku.

Orang Jepang ternyata memiliki etika makan yang cukup unik. Belajar etika makan di Jepang tidak hanya penting saat makan di Jepang, tetapi juga dapat menjalin komunikasi yang baik saat bersantap dengan orang jepang. Berikut adalah 10 etika makan di Negeri Matahari Terbit.

1. Jangan gigit makanan setengah lalu taruh kembali di piring

Mungkin di banyak tempat dianggap lazim, tetapi tidak di Jepang. Usahakan untuk menyantap makanan dalam satu kali gigitan. Jika potongan terlalu besar, potong dengan sendok atau garpu. Jika harus menyantap makanan dalam ukuran besar, tutupi mulut saat mengunyah.

2. Jangan menangkupkan tangan kiri untuk mencegah makanan jatuh

Ada kalanya menangkupkan tangan kiri di bawah mulut, untuk mencegah makanan jatuh dari mulut. Di Jepang perllaku ini disebut tezara dan dianggap tidak sopan.

3. Jangan taruh sisa makanan di piring kosong

Ketika disajikan hdangan laut seperti kerang atau kepiting, jangan menaruh cangkang bekas di piring kosong. Hal yang harus dilakukan adalah menarih cangkang kosong di piring makanan tersebut disajikan.

4. Jangan ambil sumpit sebelum pegang mangkuk

Jadi yang tepat adalah ambil dulu mangkuk nasi dan cengkram. Kemudian baru ambil sumpit. Jika ingin mengganti mangkuk, misalnya ke mangkuk sup langkah awal turunkan sumpit, taruh mangkuk nasi baru ambil mangkuk sup.

Sumpit khas Jepang, nasi, dan supThinkstock Sumpit khas Jepang, nasi, dan sup

5. Jangan "toel" makanan dengan sumpit

Jika tidak yakin mau makan lauk yang mana terlebih dahulu, jangan pernah "menoel" auk dengan sumpit. Juga jangan memaju-mundurkan sumpit di depan makanan.

Di Jepang keraguan mengambil ini disebut mayoibashi alias "sumpit ragu-ragu". Lebih baik berhenti dulu makan nasi, taurh mangkuk dan sumpit untuk mengamati lauk yang ingin disantap selanjutnya.

6. Jangan taruh sumpit di atas mangkuk

Banyak dilakukan di Indonesia, menaruh sumpit untuk jeda makan atau selesai makan di atas mangkuk. Di Jepang ini dianggap tidak sopan. Sumpit harus ditaruh di tempat sumpit, jika tidak ada bisa di nampan atau benda lain yang mirip di meja.

7. Jangan angkat makanan lebih dari mulut

Hindari mengangkat makanan lebih dari mulut karena dianggap tidak sopan di Jepang.

8. Jangan menancapkan sumpit

Baik menancapkan sumpit di makanan atau menancapkan sumpit di nasi untuk istirahat. Hindari hal ini.

9. Jangan mengunyah sambil bicara

Sama seperti di Indonesia, perilaku mengunyah sambil berbicara dinggap tidak sopan di Jepang.

10. Jangan mencampur wasabi dengan kecap asin

Banyak dilakukan diseluruh dunia dan ini sebenarnya salah. Hal yang tepat ambil sedikit wasabi taruh diatas sashimi atau sushi, baru celupkan sashimi atau sushi ke kecap asin.



Close Ads X