Sejarah yang Sering Dihubungkan Mistis, 3 Goa Jepang di Indonesia

Kompas.com - 24/10/2018, 19:38 WIB
Ahmed, pemandu wisatawan menjelaskan fungsi ruang dan bentuk lubang di wisata Lobang Jepang di Taman Panorama, Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (30/4/2017). Lobang Jepang saat ini dibuka untuk umum sebagai tempat wisata, dengan total panjang 1,5 kilometer yang dapat dijelajah wisatawan. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGAhmed, pemandu wisatawan menjelaskan fungsi ruang dan bentuk lubang di wisata Lobang Jepang di Taman Panorama, Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (30/4/2017). Lobang Jepang saat ini dibuka untuk umum sebagai tempat wisata, dengan total panjang 1,5 kilometer yang dapat dijelajah wisatawan.

2. Lobang Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat

Terowongan yang dibuat Jepang 60 meter di bawah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat ini lebih akrab disebut Lobang Jepang oleh warga lokal. Lobang Jepang merupakan wisata andalah di Bukittinggi, dengan total 1,5 kilometer terowongan yang dibuka untuk umum, sisanya ditutup pemerintah.

Untuk masuk ke Lobang Jepang ada dua pintu masuk, satu dari Taman Panorama dan yang ke dua dari pintu masuk samping jalan raya yang mengarah ke Ngarai Sianok.

Lobang Jepang saat ini bukan bentuk asli, karena sudah dibangun pemerintah daerah. Dindingnya disemen, bagain alas diberi konblok dan diberi pencahayaan lampu listrik.

Ada 21 lorong di Lobang Jepang yang dahulu difungsikan sebagai barak tentara, ruang sidang, kamar komando, pintu penyergapan, pintu pelarian, sampai dapur pembantaian.

Lobang Jepang sendiri dibangun pada 1944 dan dilakukan pada malam hari. Para pekerja paksa rata-rata adalah petani luar Bukittinggi yang diculik atau orang Jawa.

Sehingga warga Bukittinggi sendiri pada era tersebut tidak tahu ada lubang di bawah kotanya. Konon jika jalur Lobang Jepang dibuka, salah satu jalan keluarnya ada dekat Jam Gadang.

Goa Jepang di Biak, Papua.KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Goa Jepang di Biak, Papua.
3. Goa Jepang di Biak, Papua

Berbeda dengan goa atau bunker perlindungan tentara Jepang yang lain, Goa Jepang di Biak ini sejatinya adalah goa alami, bukan goa buatan yang sengaja dibuat. Jadi bisa dibilang Goa Jepang di Biak ini sangat indah, dengan stalagtit yang menggantung di atap goa yang tinggi.

Konon goa ini dipilih Jepang sebagai tempat perlindungan karena letaknya strategis. Memiliki jalur tembus sampai ke pesisir pantai sehingga mudah untuk pergerakan sekaligus melarikan diri.

Di balik keindahannya, Goa Jepang di Biak sebenarnya adalah kuburan massal. Tentara Amerika menjatuhkan bom tepat di goa ini. Sebelumnya mata-mata dikirim, sehingga titik jatuh bom sangat tepat di goa.

Sampai saat ini Goa Jepang di Biak sering dikunjungi oleh orang Jepang. Ada ruang penyimpanan tempat mengumpulkan tulang belulang tentara Jepang korban bom AS, lengkap dengan ruang yang menyimpan segala peralatan perang Jepang dan senjata perang.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X