Berita Foto: Serunya Memanen Madu Langsung di Hutan Flores

Kompas.com - 25/10/2018, 16:14 WIB
Hasil panen madu hutan flores di desa Talibura, Sikka, NTT, Sabtu (13/10/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAHasil panen madu hutan flores di desa Talibura, Sikka, NTT, Sabtu (13/10/2018).

FLORES TIMUR, KOMPAS.com - Madu hutan menjadi salah satu komoditi unggulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wisatawan wajib membawanya pulang jika berkunjung ke pulau ini. 

Wisatawan juga ternyata bisa melihat prosesi panen madu tersebut di hutannya langsung, sebagai atraksi wisata. KompasTravel sempat mengikuti panen madu hutan, dari salah satu produsen madu hutan Rumadu, Sabtu (13/10/2018).

Salah satu pemanen madu hutan flores sedang memanen madu diatas pohon dengan ketinggian 25 meter, di Duntana, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Salah satu pemanen madu hutan flores sedang memanen madu diatas pohon dengan ketinggian 25 meter, di Duntana, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Saat itu panen dilakukan di Desa Talibura, Kabupaten Sikka, NTT. Panen dilakukan oleh dua hingga tiga orang, ada yang berperan memanjat untuk mengiris sarang lebah, ada yang mengkatrol peralatan dan hasil panen dari bawah, serta mempersiapkan alat penyaring madu.

Setelah berkordinasi dan berdoa, salah satu pemanen mulai memanjat pohon oyan, dengan ketinggian sekitar 40 meter. Terdapat satu sarang yang sudah siap dipanen.

Satang pun dipotong dua per tiga bagiannya, tepat di kepala sarang yang banyak mengandung madu. Hal ini dilakukan sebagai panen lestari, agar tidak membunuh seluruh habitat sarang lebah.

Salah satu hasil panen madu hutan Flores dari satu sarang, di Duntana, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Salah satu hasil panen madu hutan Flores dari satu sarang, di Duntana, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Setelah hasil potongan sarang dikatrol turun oleh pemanen, potongan sarang ditaruh di atas saringan dan jriken. Sarang berbahan lilin itu diiris menyamping guna membuka saluran madu didalamnya.

Madu pun tersaring dan mengucur ke dalam jirigen. Satu sarang lebah hutan bisa menghasilkan sekitar lima liter madu.

Salah satu pemanen madu hutan Flores di Duntana, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Salah satu pemanen madu hutan Flores di Duntana, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Sisa sarang yang sudah tidak terdapat madu dapat dolah dan dimanfaatkan menjadi lilin. Lilin tersebut memiliki keunikan menghasilkan wangi madu, baik saat apinya dinyalakan maupun tidak.

Yones, pengusaha madu hutan flores sedang menerangkan bagaimana mengolah madu hutan agar tetap murni tanpa campur tangan apapun, di rumah produksi Rumadu, Konga, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Yones, pengusaha madu hutan flores sedang menerangkan bagaimana mengolah madu hutan agar tetap murni tanpa campur tangan apapun, di rumah produksi Rumadu, Konga, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Madu yang sudah tertampung dalam jirigen kemudian dibawa ke tempat pengolahan. Meski namanya tempat pengolahan, ternyata madu hutan di sini hanya mengalami penyaringan kembali, agar lebih bersih, tanpa dicampur apapun.

Dalam bejana berukuran sekitar 60 liter itu, madu disaring dan diendapkan satu kali 24 jam sebelum dikemas. Hal ini untuk memisahkan zat lain yang ada di dalam madu, seperti polen akan terpisah mengapung atau mengendap di bawah.

Mengukur kadar air dalam madu hutan flores, 22,3 menujukan madu hutan begitu cair saat diukur di rumah produksi Rumadu, di Konga, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Mengukur kadar air dalam madu hutan flores, 22,3 menujukan madu hutan begitu cair saat diukur di rumah produksi Rumadu, di Konga, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Sebelum pengemasan, hasil madu tadi di cek kadar airnya. Cair atau tidaknya madu terlihat dari kadar air di dalamnya. Jika melebihi 19 persen akan terlihat lebih encer. Namun kadar air tinggi bukan berarti madu tersebut dioplos dengan air. 

Madu hutan Flores yang sudah dikemas di rumah produksi Rumadu, di Konga, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Madu hutan Flores yang sudah dikemas di rumah produksi Rumadu, di Konga, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Lebah hutan flores, NTT, dapat menghasilkan madu yang sangat kental di periode panen April-November, karena suhu kelembapan yang sangat rendah. Sedangkan pada periode lainnya, madu yang dihasilkan akan lebih cair bahkan hingga 22 persen.

Madu hutan Flores yang sudah dikemas di rumah produksi Rumadu, di Konga, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Madu hutan Flores yang sudah dikemas di rumah produksi Rumadu, di Konga, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Madu pun masuk dalam proses pengemasan dan siap untuk dijual. Madu hutan flores kini mudah untuk didapatkan, seperti di toko obat, super market, minimarket, dan tentu toko oleh-oleh di Flores, NTT. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X