Kompas.com - 26/10/2018, 21:09 WIB
Pendaki asal Indonesia berada di Pondok Kandis, Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Senin (21/11/2016). Sepanjang jalur pendakian Gunung Kinabalu terdapat pos-pos pendakian yang lengkap dengan air minum, toilet, informasi kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki bisa mengisi ulang air minum yang berasal dari gunung. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPendaki asal Indonesia berada di Pondok Kandis, Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Senin (21/11/2016). Sepanjang jalur pendakian Gunung Kinabalu terdapat pos-pos pendakian yang lengkap dengan air minum, toilet, informasi kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki bisa mengisi ulang air minum yang berasal dari gunung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Shelter pendakian Gunung Kinabalu, Malaysia dianggap bisa menjadi contoh studi kelayakan untuk pembangunan shelter pendakian di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Ronie Ibrahim.

"Kalau untuk standar gunung tropis itu mungkin yang terdekat bisa (benchmarking) ke Gunung Kinabalu," kata Ronie kepada KompasTravel di sela-sela acara Penganugerahan Lomba Desain Shelter di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis malam.

Menurutnya, kondisi shelter di Gunung Kinabalu sudah representatif untuk kegiatan pelayanan pendakian gunung. Ronie menyebut shelter pendakian Gunung Kinabalu telah memiliki toilet, tempat beristirahat, isi air minum, dan peralatan medis di setiap pos pendakian.

"Shelter mereka itu dibuat per kilo dan sudah disesuaikan dengan kemampuan pendaki. Jadi ndak sembarangan. Sebetulnya alam kita paling dekat karakteristiknya dengan Kinabalu, kalau bicara gunung tropis. Kalau di Nepal dan Kilimanjaro kan gunung empat musim," ujarnya.

Kondisi pos pendakian Pondok Kopkopan di Gunung Arjuno via jalur Tretes, Pasuruan, Jawa Timur, Oktober 2018. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Kondisi pos pendakian Pondok Kopkopan di Gunung Arjuno via jalur Tretes, Pasuruan, Jawa Timur, Oktober 2018.
Dari pengalaman KompasTravel mendaki Gunung Kinabalu tahun 2016, setiap shelter pendakian dilengkapi tempat mengisi air minum, toilet, informasi kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki bisa mengisi ulang botol minum dengan air gunung.

Setiap pos dibangun dengan jarak sekitar 0,5-1 kilometer. Di beberapa pos terdapat kamar untuk menginap para pendaki bila terjadi peristiwa darurat.

Beberapa shelter pendakian juga tampak petugas yang mengawasi pendakian. Petugas akan mengecek kondisi pendaki melalui pemandu wisata.

Pemandu wisata pendakian gunung, Rahman Mukhlis berharap shelter pendakian gunung di Indonesia memiliki pos medis atau komunikasi. Pasalnya, bila terjadi hal darurat, petugas pendakian di kaki gunung bisa langsung mengambil langkah penyelamatan.

"Kondisi shelter pendakian di Indonesia memang belum sesuai kebutuhan. Khususnya itu kebersihan. Itu jadi penilaian banget bagi para wisatawan," kata Rahman kepada KompasTravel.

pos-pos tersebut dilengkapi oleh air minum, toilet, informasi kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki bisa me-refill botol minum dengan air gunung Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu", https://travel.kompas.com/read/2016/12/04/100200727/mengintip.cara.malaysia.mengelola.gunung.kinabalu. Penulis : Wahyu Adityo Prodjo Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu", https://travel.kompas.com/read/2016/12/04/100200727/mengintip.cara.malaysia.mengelola.gunung.kinabalu. Penulis : Wahyu Adityo Prodjo

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu", https://travel.kompas.com/read/2016/12/04/100200727/mengintip.cara.malaysia.mengelola.gunung.kinabalu.
Penulis : Wahyu Adityo Prodjo

pos-pos tersebut dilengkapi oleh air minum, toilet, informasi kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki bisa me-refill botol minum dengan air gunung Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu", https://travel.kompas.com/read/2016/12/04/100200727/mengintip.cara.malaysia.mengelola.gunung.kinabalu. Penulis : Wahyu Adityo Prodjo Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu", https://travel.kompas.com/read/2016/12/04/100200727/mengintip.cara.malaysia.mengelola.gunung.kinabalu. Penulis : Wahyu Adityo Prodjo

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu", https://travel.kompas.com/read/2016/12/04/100200727/mengintip.cara.malaysia.mengelola.gunung.kinabalu.
Penulis : Wahyu Adityo Prodjo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.