Yogyakarta, Kota Kebudayaan ASEAN Periode 2018 hingga 2020 - Kompas.com

Yogyakarta, Kota Kebudayaan ASEAN Periode 2018 hingga 2020

Kompas.com - 30/10/2018, 10:48 WIB
YogyakartaKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Yogyakarta

JAKARTA, KOMPAS.comYogyakarta ditetapkan sebagai Kota Kebudayaan ASEAN ( ASEAN City of Culture) ke-5, periode 2018 hingga 2020 oleh menteri ASEAN bidang kebudayaan dan kesenian (ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts/AMCA) dalam pertemuan AMCA yang ke-8 di Yogyakarta, Rabu (24/10/2018).

Gerakan ASEAN City of Culture ini dimulai sejak 2008 dan bertujuan untuk memperkuat identitas ASEAN dan meningkatkan keunggulan ASEAN di dalam dan di luar kawasan dengan merayakan seni dan budaya Asia Tenggara.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan, Brunei.AFP Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan, Brunei.

Sebuah negara akan ditetapkan sebagai Kota Kebudayaan ASEAN selama dua tahun berturut-turut. Selama waktu ini, negara tersebut berkesempatan untuk menampilkan warisan budaya terbaiknya.

Berikut ini, KompasTravel rangkum 4 Kota Kebudayaan ASEAN sebelum Yogyakarta yang dilansir dari seasia.co.

Ilustrasi taksi terbang di Singapura Volocopter Ilustrasi taksi terbang di Singapura

1. Bandar Seri Begawan, Brunei

Bandar Seri Begawan telah dinyatakan sebagai Kota Budaya ASEAN periode 2016 hingga 2017.

2. Hue, Vietnam

Pada tanggal 19 April 2014 di Kota Hue dinyatakan menjadi Kota Budaya ASEAN 2014 hingga 2015.

Yap Sandiego Ancestral House di Cebu City, Filipina.KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Yap Sandiego Ancestral House di Cebu City, Filipina.

3. Singapura

Singapura dinyatakan sebagai ASEAN Culture Capital pada Januari 2012 setelah kehormatan diberikan kepada Kota Cebu Filipina. 

4. Cebu, Filipina

Kota Cebu, yang dianggap sebagai Kota Ratu Filipina, dinyatakan sebagai Kota Kebudayaan ASEAN untuk periode 2010 hingga 2011. 



Close Ads X